Dikira Menang, Peserta Lomba Ditemukan Tewas

Lomba Menyelam Tradisional

Dikira Menang, Peserta Lomba Ditemukan Tewas

- detikNews
Kamis, 14 Jan 2010 15:58 WIB
Dikira Menang, Peserta Lomba Ditemukan Tewas
Probolinggo - Lomba menyelam tradisional atau biasa disingkat Metran di Sungai Desa Kebon Agung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo membawa korban jiwa. Seorang peserta bernama Anton (30) warga Desa Pajarakan ditemukan tewas.

Akibat peristiwa naas itu, lomba yang dihadiri Bupati Probolinggo, Hasan Aminudin, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Ahmad Badowi dan para muspida terpaksa dihentikan.

Ketua Panitia Lomba Metran, Saudi Hasyim mengatakan, diduga Anton mendadak kram sehingga sulit untuk bergerak. "Kematian korban itu diduga karena tubuhnya kram," katanya kepada wartawan saat di lokasi kejadian, Kamis (14/1/2010).

Perlombaan itu awalnya terlihat seru, semua peserta tampak antusias. Anton yang menyelam bersama para peserta lainnya, tak muncul dari dalam air hingga menit ke 7. Sorak-sorak pun dari penonton menggema. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pesuruh SMAN Kraksaan itu dinilai telah memenangi rekor.

Namun pihak panitia curiga, karena Anton tidak muncul-muncul dari dalam sungai. Padahal Anton sudah menyelam di kedalaman 1,5 meter. Karena curiga, panitia kemudian meminta peserta lainnya melihat kondisi tempat korban menyelam.

Anton tidak ada di lokasinya menyelam, beberapa penonton pun berloncatan untuk melakukan pencarian. Berjarak beberapa meter, akhirnya Anton ditemukan dengan kondisi tak bernyawa. Penonton pun  berubah geger dan jenazahnya dievakuasi ke RSU Waluyo Jati, Kraksaan dengan mobil ambulance.

Bupati Probolinggo, Hasan Aminudin mengungkapkan, jika kematian Anton saat mengikuti lomba Metran merupakan takdir dari Allah SWT. "Ini sudah takdir," tuturnya kepada wartawan di sela-sela perlombaan.

Hasan mengungkapkan dirinya akan memberi santunan terhadap keluarga korban. Santunan itu berupa biaya sekolah anak korban hingga tingkat SLTA. Bahkan, semua hadiah perlombaan akan diserahkan kepada keluarga Anton. (wln/wln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini