Aksi demo ini dikawal satu peleton anggota Polres Pamekasan yang dipimpim Kabagops, Kompol Bambang Sulastro.
"Sudah 10 tahun kami menunggu pak. Jangan hanya janji-janji doang," teriak Muzamil, warga Desa Palengaan Daya di teras gedung DPRD, Rabu (6/1/2010).
Menurut Muzamil, hanya tiang-tiang beton listrik yang berdiri memanjang ke arah desanya. Saat tiang listrik ditancapkan, warga Desa Palengaan Daya banyak yang ikut membantu. "Saat itu kami senang melihat tiang sudah ditancap," imbuh Muzamil.
Muzamil dan warga yang lain seringkali menanyakan soal listrik itu ke Kantor Camat Palengaan dan Kantor Bupati Pamekasan. Tapi hanya janji-janji saja yang diterima warga. Tak sabar menunggu, warga pun mendemo gedung dewan.
"Percuma saja dari wilayah kami memiliki 9 orang anggota dewan jika tak mampu memperjuangkan listrik di desa kami," teriak Muzamil yang disambut teriakan warga lain.
Tapi, lagi-lagi warga hanya diberi janji. Wakil Ketua Dewan, Muhdar Abdullah berjanji akan memanggil pejabat terkait yang menangani proyek listrik masuk desa. Meski hanya mendapatkan janji belaka, warga dan mahasiswa GMNI akhirnya meninggalkan gedung dewan tanpa aksi anarkis.
(fat/fat)










































