Peristiwa naas itu bermula saat korban disuruh mengambil handphone pelaku di kamar pribadinya. Rupanya saat itu pelaku juga ikut masuk kamar. Saat ada di kamar itulah, korban langsung dipeluk dari belakang, dan diancam akan dibunuh bila tidak melayani nafsu birahinya.
Korban pun berusaha melawan namun tenaganya tidak mampu. Akhirnya baju dan celana korban berhasil dilucuti, dan pelaku berhasil merenggut keperawanannya. Peristiwa itu terbongkar saat Mitciq (30), istri pelaku yang baru pulang dari pasar memergoki perbuatan suaminya.
Kaget mengetahui istrinya datang, spontan pelaku lari keluar kamar dan meninggalkan korban dalam kondisi bugil. Cek cok mulut pun tak terhindarkan antara suami istri yang sudah memiliki 4 anak tersebut.
Korban yang sudah tidak berdaya tersebut akhirnya diusir majikan dan dipecat dari pekerjaannya. Tidak terima dengan perlakuan itu, korban pun langsung melaporkan peristiwa itu ke polsek setempat.
Salah seorang kerabat korban, Nur Salim (25) warga Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep, mengaku kondisi Yanti saat ini masih shock dan trauma dengan kejadian yang dialami.
"Saya khawatir peristiwa yang menimpa korban tidak ditangani serius oleh polisi, sebab pelaku merupakan seorang juragan BBM yang disegani," ujar Nur Salim kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu (26/12/2009).
Sementara penyidik Polsek Sapeken, tambah dia, telah menvisum korban. Bila bukti telah terkumpul, pelaku pun akan segera dibekuk. Sedangkan kasus yang menghebohkan warga itu dikawal para aktivis Himpunan Mahasiswa Sapeken (Himas Sapeken). (fat/fat)











































