"Kami menikmati rejeki dari laut. Jadi sudah sepantasnya kami mensyukurinya," ujar Hariadi (55) seorang nelayan kepada detiksurabaya.com di Pantai Teleng, Kamis (17/12/2009) sore.
Prosesi tasyakuran sendiri diawali ritual kenduri di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat. Saat yang bersamaan juga berlangsung kegiatan Bersih Nagari di area parkir kawasan wisata Teleng. Acara tersebut dipimpin Bupati Sujono.
Setelah melalui beberapa tahapan prosesi, tumpeng karya nelayan diarak menuju pertigaan pintu masuk pantai. Di situlah tumpeng nelayan dan tumpeng pemberian bupati dibawa bersama menuju tepi pantai untuk dilarung.
"Atas nama rakyat Pacitan, saya siramkan kembang setaman untuk mengusir segala bentuk marabaya," kata bupati sebelum menyiramkan kembang ke tubuh seorang nelayan. Sementara seorang nelayan lain menerima pemberian tumpeng dari bupati.
Sebelum larung, berlangsung sekitar 70 perahu terlibat parade mengelilingi teluk sepanjang 3 Km. Tak ayal tampilan perahu dengan aneka ornamen itu menjadi pemandangan menarik. Malam harinya akan digelar wayang kulit di Pelabuhan Pendaratan Ikan.
(fat/fat)











































