Kempat orang itu yakni, Sugiono (36), Mulyono (20), Slamet Hariyadi (25) serta Lulut (27). Mereka mengaku diperas oleh oknum marinir berinisial MY. Pemerasan itu terjadi terjadi pada, Selasa (8/12/2009).
Sesuai dengan laporan polisi yang dibuat para korban, MY yang berpangkat Kapten Marinir itu meminta mereka untuk memberikan sumbangan bagi pembangunan markasnya. Awalnya, para korban diminta untuk menyumbang uang sebesar Rp 100 juta. Karena keberatan, mereka mencoba bernegoisasi.
"Akhirnya kami sanggup Rp 50 juta," jelas seorang korban pada petugas jaga Polsek Pesanggaran, Rabu (9/12/2009).
Dari nilai yang disepakati, para korban baru menyetorkan uang Rp 10 juta. Sisanya akan dibayar kemudian hari. Namun anehnya, sumbangan tersebut terkesan memaksa. Pasalnya, 2 sepeda motor Yamaha Vixion bernomer polisi DK 5873 IE dan DK 3995 IF, milik dua dari empat korban 'disita' MY sebagai jaminan.
Bahkan, MY membuatkan surat 'penyitaan' yang isinya tertera jika dua sepeda motor berharga puluhan juta tersebut bukan disita. Melainkan dititipkan pemiliknya ke MY hingga permasalahan diantara mereka selesai.
Tak jelas apa yang dimaksud permasalahan dalam surat yang ditandatangani MY dan korban. Meski sebetulnya, antara 4 korban dan MY tak pernah ada permasalahan apapun.
"Sepeda motor kami diminta untuk ditinggal dan disuruh tandatangani surat ini," tandas Slamet, yang merasa keberatan dengan cara-cara yang dilakukan MY.
Karena menyangkut seorang anggota TNI AL, akhirnya Polsek Pesanggaran menyarankan mereka untuk lapor ke POM AL di Banyuwangi. Meski begitu, laporan mereka diterima sebatas sebagai pelayanan polisi terhadap masyarakat.
"Laporan tetap kami terima sebagai polisi yang melayani masyarakat. Tapi kami sarankan untuk lapor ke POM AL," jelas petugas jaga Polsek Pesanggaran berpangkat Bripka pada wartawan.
Sementara itu, Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi, mengaku belum menerima laporan dari POM AL. Meski begitu, pihak pangkalan angkatan laut akan mengusut kebenaran peristiwa tersebut.
"Beluma ada laporan dari POM AL, mungkin masih sebatas laporan. Kami akan mencoba mengusutnya meski Marinir diluar kesatuan Lanal. Tapi tiap kejadian bisa dikoordinasikan dengan kami," jelas Danlanal Letkol laut (P) Nursyawal Embun, saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya.
(bdh/bdh)










































