Saat ditemui detiksurabaya.com di Polres Probolinggo Jalan Raya Pajarakan, Rabu (3/12/2009), ustazd Sukardi membantah dengan tudingan warga itu. Dia mengatakan, jika dirinya tidak mempunyai ilmu santet seperti apa yang dituding oleh warga.
"Itu tidak benar kalau saya dikatakan mempunyai ilmu santet," katanya.
Begitu pula dengan pengakuan Suparjo, saudara ipar ustazd Sukardi. "Untuk apa mempunyai ilmu santet. Itu tidak ada gunanya," ujar Suparjo.
Bahkan, Suparjo sendiri mengaku sempat dipukuli oleh salah seorang keluarga korban Ny. Siani bernama Kholili. Akibat aksi pemukulan itu, Suparjo mengalami luka pada bagian pundak kirinya. Begitu pula dengan istri Suparjo bernama Ny. Suparmi. Perempuan itu mengalami luka pada bagian lengan kirinya.
Semantara, Kapolres Probolinggo, AKBP AI Afriandi saat diikonfirmasi menjelaskan, untuk menyelesaikan kasus itu, polisi tidak fokus pada kasus pengrusakan mushola yang dilakukan oleh warga.
Namun, polisi akan melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiyaan yang dilakukan terhadap Suparjo yang masih saudara ipar ustazd Sukardi. (bdh/bdh)










































