Menurut penuturan beberapa warga, kebakaran yang mengakibatkan pegadaian swasta itu mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar disebabkan tabung ledakan tabung elpiji.
Dari informasi yang dihimpun, pegadaian swasta yang terbakar ini merupakan milik Yayasan Purwika Samudra yang dipimpin oleh Nyonya Umi. Pegadaian swasta yang berada di perkampungan padat penduduk ini dalam sekejap ludes dilalap si jago merah.
Pemilik pegadaian dibantu warga berusaha membantu memadamkan api agar tidak menyebar ke rumah-rumah lain yang ada di sekitarnya. Namun. Karena kesulitan mendapatkan air, akhirnya warga memadamkan api dengan alat seadanya.
Menurut penuturan salah seorang saksi mata warga sekitar, Alex, kebakaran terjadi saat pengontrak rumah, yaitu Ucok, sedang memasak. "Kemungkinan karena tabung elpiji mas, karena terdengar ledakan dari dalam rumah dan tak lama kemudian api langsung membesar," katanya.
Mendengar ledakan dan kebakaran ini, warga kemudian berusaha mengeluarkan barang-barang pegadaian yang masih bisa diselamatkan. Beberapa barang berharga yang ikut terbakar di dalam pegadaian swasta ini diantaranya sepeda motor, sepeda onthel dan perhiasan.
Api baru bisa dijinakkan setelah petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi. Petugas langsung melokalisir api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya. Setelah satu jam, api baru bisa dijinakkan oleh petugas PMK sehingga beberapa barang yang terselamatkan ditumpuk di depan rumah.
Sementara, melihat kejadian ini, sang pemilik pegadaian swasta Nyonya Umi hanya bisa menangis dan pasrah.
(bdh/bdh)











































