Alasan para Siswi ini melakukan aksi simpatik, karena menganggap ulah Syeh Puji sudah sangat melecehkan kaum hawa, utamanya mereka yang masih usia dini, dan harus terpaksa menikah.
"Kami orang yang merasa tersinggung jika harus dipaksa untuk menikah dini, padahal kami juga punya hak untuk bisa mengenyam pendidikan dan memiliki masa depan cerah nantinya," terang cicin, salah satu siswi SMU Kapongan, Rabu (14/10/2009).
Dari alasan itulah, para siswi ini merasa apa yang dilakukan Syeh Puji dengan menikahi anak bau kencur adalah bentuk penjajahan terhadap kebebasan perempuan. "Apa jadinya jika syeh Puji nanti menceraikan istri mudanya itu, dimana dia akan mendapatkan masa depan," teriak siswi lainnya.
Aksi yang digelar berlangsung di halaman sekolah. Aksi dilakukan pada saat jam sekolah pulang. "Kami sengaja melakukan aksi ini usai jam pelajaran, jadi enggak mengganggu proses belajar mengajar," terang Nancy, Ketua Osis SMU 1 Kapongan, kepada detiksurabaya.com.
(bdh/bdh)











































