Israel Serang Lebanon Jelang Gencatan Senjata Berlaku, 7 Orang Tewas

Israel Serang Lebanon Jelang Gencatan Senjata Berlaku, 7 Orang Tewas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 17 Apr 2026 02:20 WIB
A photograph taken from the southern Lebanese area of Tyre shows smoke as it rises from the site of Israeli airstrikes that targeted villages on southern Lebanon on April 16, 2026. The US President announced that Israel and Lebanon have agreed to a 1
Sebuah foto yang diambil dari wilayah Tyre di Lebanon selatan menunjukkan asap yang mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan desa-desa di Lebanon selatan pada 16 April 2026. (Foto: AFP/KAWNAT HAJU)
Jakarta - Serangan Israel di kota Ghazieh, Lebanon selatan, telah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 33 orang. Serangan itu terjadi beberapa jam sebelum gencatan senjata 10 hari antara kedua negara dijadwalkan berlaku.

Dilansir AFP, Jumat (17/4/2026), media pemerintah Lebanon melaporkan "pembantaian terhadap warga sipil" di kota tersebut, menambahkan mencatat bahwa operasi pembersihan puing-puing sedang berlangsung.

Sementara Kementerian Kesehatan melaporkan korban tewas 7 orang. Kementerian mengatakan jumlah korban adalah "pendahuluan dan belum final".

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan Israel dan Lebanon telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Kesepakatan itu akan berlangsung selama 10 hari.

"Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," kata Trump di Truth Social dilansir Al Jazeera, Kamis (16/4).

Trump mengatakan gencatan senjata akan dimulai pada pukul 5 sore waktu EST Amerika Serikat (AS).

"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST," tambah Trump. (lir/lir)



Berita Terkait