Nahkoda KMP Kumala Abadi Keracunan, Penumpang Terlantar

Nahkoda KMP Kumala Abadi Keracunan, Penumpang Terlantar

- detikNews
Senin, 10 Agu 2009 08:34 WIB
Sumenep - Kapal Motor Penumpang (KMP) Kumala Abadi milik Pemprov Jatim yang berangkat dari Pelabuhan Banyuwangi menuju perairan Kabupaten Sumenep, Madura terpaksa bersandar di Pelabuhan Sapeken.

Pasalnya nahkoda kapal, Anton (50) warga Ujung, Surabaya keracunan makanan hingga tak sadarkan diri dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas) Sapeken, Sumenep.

Kapal yang berpenumpang lebih dari 100 orang itu bersandar di Pelabuhan Sapeken sekitar pukul 15.20 WIB setelah mengarungi lautan bebas dari Pelabuhan Banyuwangi. Namun nahkoda baru diketahui jika mengalami keracunan 2 jam kemudian.

Korban pertama kali ditemukan oleh Kepala Kamar Mesin (KKM) Suparto (37) warga Surabaya dengan posisi tergeletak di kamar kemudi. Di mulut korban terdapat makanan berupa mei dan nasi putih serta sebuah piring yang masih ada sisa makanan tak jauh dari korban.

Salah seorang saksi mata, Joni (39) warga Sapeken mengatakan, saat korban dibawa ke puskesmas dalam kondisi tak sadarkan diri. "Hingga pukul 19.45 WIB korban belum sadarkan diri," terang Joni kepada detiksurabaya.com dihubungi via telepon, Senin (10/8/2009).

Sedangkan penumpang KMP Kumala Abadi saat ini terlantar di Pelabuhan Sapeken. Mereka berharap nahkoda kapal cepat pulih kesehatannya.

Sementara petugas medis Puskesmas Sapeken, As'ad Zainudin membenarkan jika nahkoda kapal KMP Kumala Abadi mengalami keracunan makanan.

"Kalau dilihat dari kondisinya, korban diduga mengalami keracunan makanan," ujar Asad kepada detiksurabaya.com dihubungi via telepon.

Dia menduga, racun terlalu lama bersarang ditubuhnya hingga menyumbat pembulu darah. "Kondisi korban memang sangat parah sekali," ujarnya.

Sedangkan Kepala Administrator Kalianget, Sumenep, Abd Rahim mengatakan, KMP Kumala Abadi seharusnya melanjutkan pelayarannya ke Pelabuhan Kalianget Sumenep. "Besok pagi seharusnya sudah bersandar di Pelabuhan Kalianget," terang Rahim.
(fat/fat)
Berita Terkait