"Datang pertama kali ke IGD dengan panas tinggi dan ada keluhan di tenggorokan," kata Direktur RSUD dr Subandi, dr Yuni Ermita kepada wartawan, Jumat (17/7/2009).
Saat diperiksa, pasien itu mengaku baru datang dari Hongkong, negara yang masuk kategori pandemi flu babi di Asia. Ny M baru tiba di tanah air 5 hari lalu.
Karena itu, petugas IGD merujuknya ke tim perawatan flu babi RSUD dan malam itu juga Ny M diinapkan di ruang isolasi untuk diobservasi. Tim medis terus melakukan observasi dan mengirimkan lendir tenggorokan ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Surabaya.
"Hasilnya menunggu besok, apakah dia positif atau negatif," kata Yuni.
Karena belum mengetahui hasilnya, tim medis memberlakukan Ny M dengan standar pelayanan bagi pasien flu babi yang telah ditetapkan secara nasional. Tim medis mengenakan baju seperti robot dan mengenakan masker. Pasien juga telah diberi obat tamiflu. Keluarga yang menjaga pasien itu, juga tidak boleh keluar dari ruangan itu dan juga diberi masker.
"Keluarga yang nunggu juga kita periksa," tegas Yuni.
(fat/fat)











































