Satu orang yang dinyatakan positif terinveksi H1N1 berinisial BW (55), seorang dosen di Unibraw Malang. Sedangkan dua orang lainnya yakni ED (50), istri BW dan ankanya EF (18) dinyatakan negatif.
"Hanya satu yang positif, yakni sang ayah. Untuk kedua pasien lain negatif," kata Ketua Tim Penanggulangan Avian Influenza RSSA Malang, Prof Dr Gatot Ismanoe, saat ditemui wartawan di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Senin (13/7/2009).
Gatot menjelaskan, hingga saat ini, ketiga pasien tersebut masih menjalani observasi di satu ruang yang sama. Pemeriksaan itu dilakukan karena Leokosit dan Trombosit mereka terus menurun.
"Observasi di ruang khusus masih kita lakukan dengan memberikan obat Tamiflu dosis 75 miligram. Untuk kondisi pada ketiganya masih stabil," imbuhnya.
Selain itu, jelas Gatot, untuk uji tes darah, suhu badan, serta diagnosa lanjutan, tetap terus dilakukan dua kali dalam sehari. "Sampel uji tiap hari kita kumpulkan untuk dikirim ke balai kesehatan Surabaya, agar dapat mengetahui perkembangan kondisi pasien," ungkapnya.
Diduga kedua pasangan suami istri ini terdeteksi mengalami gejala mirip flu babi, setelah pulang menjemput putrinya EF di Bandara Juanda Surabaya, seusai menempuh studi pertukaran pelajar tingkat SMU di Amerika Serikat akhir pekan lalu.
(bdh/bdh)











































