Polisi Jemput Bola Usut Usher GIIAS Direkam Tanpa Izin Buat Konten

Polisi Jemput Bola Usut Usher GIIAS Direkam Tanpa Izin Buat Konten

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 04 Agu 2026 15:23 WIB
Video yang menjadikan usher (SPG) di GIIAS 2026 sebagai objek konten berjudul cara mendekati cewek ramai dikritik. Ppembuat konten video itu meminta maaf. (dok IG @ebemartono)
Video yang menjadikan usher (SPG) di GIIAS 2026 sebagai objek konten berjudul 'cara mendekati cewek' ramai dikritik. Ppembuat konten video itu meminta maaf. (dok IG @ebemartono)
Jakarta -

Polisi menindaklanjuti informasi terkait perekaman usher atau SPG di GIIAS 2026 sebagai objek konten berjudul 'cara mendekati cewek'. Polisi sudah mengecek lokasi kejadian.

"Memang berdasarkan patroli siber, kita menemukan beberapa konten yang membuat korban tidak nyaman. Anggota Opsnal sedang melakukan penyelidikan di GIIAS," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).

Wira mengatakan hingga kini belum ada laporan polisi dari korban. Polisi mempersilakan pihak yang merasa dirugikan untuk membuat laporan polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun kita dari Satreskrim Polres Tangerang Selatan telah melakukan penyelidikan untuk mencari korban dan telah mengirim pesan ke media sosial korban melalui akun resmi Satreskrim Polres Tangerang Selatan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pria perekam video yang menjadikan usher atau SPG di GIIAS 2026 sebagai objek konten berjudul 'cara mendekati cewek' tersebut juga sudah menyampaikan permintaan maaf. Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun media sosialnya.

"Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Brian, saya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan," kata Brian lewat akun Instagram @ebemartono, Senin (3/8).

Dia mengatakan akan lebih hati-hati lagi dalam mengunggah video konten yang dibuatnya. Dia menyatakan dirinya bersalah dan memberikan klarifikasi.

"Jadi, awal bikin video itu gini. Awal tuh iseng. Awal suka kenalan sama orang, iseng-iseng aja. Kenalan sama bule, kenalan sama cewek, kenalan sama om-om," ucapnya.

Dia merasa video yang dibuatnya memberikan inspirasi bagi personal introver untuk lebih percaya diri. Dia mengaku tak punya niat negatif dalam konten-konten video yang dibuatnya.

"Segala tuduhan yang timbul mungkin sudah di ranah personal, mungkin ada accusation yang muncul. Lagi-lagi saya minta maaf dan saya tidak membenarkan. Ke depannya saya akan membenahi diri dan meluruskan semua yang terjadi," ucapnya.

Tonton juga video "Ketua Komisi III DPR Dorong Korban Perekaman SPG GIIAS Lapor Polisi"

(wnv/jbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini