Akibat ledakan itu sebuah motor dan satu rumah rusak. Rumah yang rusak pada bagian atapnya itu tidak berpenghuni. Sedangkan motor yang rusak adalah milik Boiran (55), salah satu pedagang tahu yang sedang mengantre mengambil tahu.
"Sepeda motor saya rusak. Bagian depannya patah," ungkap Boiran kepada
detiksurabaya.com di lokasi, Kamis (8/7/2009).
Boiran mengaku dirinya tidak menyangka motornya ikut menjadi 'korban' dalam peristiwa itu. Dia mengaku bingung meminta ganti rugi kesiapa. "Saya bingung mau minta ganti rugi kemana. Saya anggap ini musibah," katanya.
"Saat itu saya sedang mengantre untuk mendapatkan tahu, tiba-tiba suara bum disertai tanah bergetar terdengar," tuturnya.
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com, kondisi pabrik sangat parah dan rata dengan tanah. Alat produksi berserakan seperti tandon air, mesin giling, dan tungku terlempar sejauh tiga meter. (wln/fat)










































