Dia diduga pelaku pembunuh Taufik (20), pemuda asal Desa Kambingan, saat menyaksikan pagelaran kuda lumpingĀ i rumah salah satu warga Desa Bokor, Rabu (17/6/2009) lalu.
Tersangka ditangkap polisi saat akan menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (26/6/2009). Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Malang.
Menurut Kapolsek Tumpang AKP Heri Mulyadi mengatakan, pelaku akan kabur ke Pulau Bali untuk menghilangkan jejak. Namun, berhasil tertangkap sebelum meninggalkan Pulau Jawa melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, kata Heri, diketahui aksi penusukan hingga menewaskan korban terjadi setelah adanya pengeroyokan dari kelompok korban terhadap dirinya.
"Tersangka mengaku karena membela diri. Dan korban menjadi sasarannya," jelas Heri saat ditemui di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Jumat siang.
Selain menangkap tersangka petugas Polsek Tumpang juga menahan 2 rekan korban yakni Ismail (20) dan Habibi (20), karena telah melakukan pengeroyokan terhadap kelompok pelaku.
"Dua rekan korban yaitu Ismail dan Habibi juga kita tahan karena melakukan
pengeroyokan," imbuhnya.
Sementara pelaku kini terancam hukuman di atas 15 penjara setelah melakukan penganiayaan hingga menghilangkan nyawa orang lain.
Sebelumnya, asyik nonton kuda lumping di Desa Bokor, Malang, seorang pemuda malah tewas bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian dada. Korban, Taufik (20) asal Desa Kambingan, Tumpang, Malang dilarikan ke RSU Syaiful Anwar Malang, namun nyawanya tidak tertolong, Rabu (17/6/2009).
Kematian korban dipicu lantaran dia dan 8 temannya nonton kuda lumping Selasa malam. Tiba-tiba sekelompok pemuda memukul penari kuda lumping. Dan akhirnya pemukulan itu berimbas pada perkelahian dua kelompok pemuda. Korban pun berusaha melerai, namun nasibnya malah tragis.
(fat/fat)










































