3 Ofisial Persik Bantah Dugaan Terlibat Korupsi

3 Ofisial Persik Bantah Dugaan Terlibat Korupsi

- detikNews
Rabu, 10 Jun 2009 01:12 WIB
3 Ofisial Persik Bantah Dugaan Terlibat Korupsi
Kediri - Tiga ofisial Persik Kediri yang sebelumnya diperiksa Kejaksaan Negeri Kediri, karena diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan BBM di DKLH kompak memberi bantahan atas dugaan tersebut.

"Saya selalu profesional dalam bekerja dan sama sekali tidak tahu jika uang Rp 30 juta yang saya terima berasal dari hasil korupsi," kata Media Officer Persik, Imam MB, saat ditemui wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Ruang Kasubbag Pembinaan Kejaksaan Negeri Kediri, Selasa (9/6/2009)

Dalam keterangannya Imam menambahkan, penerimaan uang sejumlah itu dari Rachno Irianto dalam proses pembuatan dan operasional website Persik Kediri, dilakukan atas dasar perintah pengurus harian Persik, dan bukan keinginannya.

"Kalau tidak percaya, saya tunjukkan. Saya memiliki bukti kuat kontrak kerja sama sebagai media officer termasuk pembuatan website ini," tegas Imam.

Hal senada juga diungkapkan oleh penanggungjawab pengelolaan Stadion Brawijaya, Purwanto. Menurutnya, uang Rp 20 juta yang diterimanya secara keseluruhan dimanfaatkan untuk perawatan stadion.

"Secara aturan perawatan stadion 'kan memang di bawah naungan DKLH. Nah, tidak salah 'kan kalau dalam pembiayaannya mendapatkan aliran dana dari DKLH," ujar dia.

Soal sumber dana yang didapatkan dari hasil Korupsi, Purwanto mengaku tidak mengetahuinya. "Semisal sampeyan, kalau baterai kamera habis terus minta ke atasan, apakah akan tanya uang itu dari mana? Begitu juga saya. Minta ke atasan dan diberi, ya saya manfaatkan untuk bekerja," jelasnya.

Sementara Sekretaris Persik Kediri Barnadi juga memberikan pernyataan serupa. Menurutnya, dari tangan Rachno Irianto yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, dia mendapatkan dana sebesar Rp 17 juta. Uang tersebut sesuai dengan proposal yang diajukan, dimanfaatkan untuk penggalangan suporter dalam kejuaraan Piala Gubernur Jatim 2007.

"Kalau Pak Pur dan Mas Barok bilang tidak tahu sumber uang yang diterimanya, begitu juga saya. Apalagi saat itu 'kan Pak Rachno memang manajer U-23 yang tidak salah apabila memberikan uang untuk mencari dukungan," papar Barnadi.

Sepertri diberitakan sebelumnya, seorang pemain dan 3 ofisial Persikdiperiksa Kejaksaan Negeri Kediri, karena disangka terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan BBM di DKLH Kota Kediri senilai Rp 1,7 miliar.

Dalam kasus tersebut, Rachno Irianto, mantan kepala DKLH yang juga tercatat sebagai Ketua Panitia Pelaksana Persik Kediri telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua mantan anak buahnya.

(a2s/bdh)
Berita Terkait