Paus Dengar Trump Sedang Cari 'Jalan Keluar' Akhiri Perang dengan Iran

Paus Dengar Trump Sedang Cari 'Jalan Keluar' Akhiri Perang dengan Iran

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Rabu, 01 Apr 2026 04:07 WIB
Paus Leo XIV menghadiri Liturgi Ilahi di Gereja Patriarkat St. George, Istanbul, Minggu (30/11/2025), dalam rangka perjalanan apostolik pertamanya. Kehadiran paus dalam ibadah ini menjadi momen bersejarah yang disaksikan oleh umat Katolik dan komunit
Foto: Paus Leo (REUTERS/Yara Nardi)
Jakarta -

Paus Leo XIV mengaku diberitahu bahwa Presiden AS Donald Trump tengah berupaya mengakhiri perang dengan Iran. Ia mengatakan Trump sedang mencari 'jalan keluar' untuk akhiri perang yang tengah berkecamuk di Timur Tengah.

"Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia ingin mengakhiri perang, mudah-mudahan ia sedang mencari jalan keluar, mudah-mudahan ia sedang mencari cara untuk mengurangi jumlah kekerasan, pemboman," kata Paus kepada wartawan saat ia meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo, di luar Roma, menuju Vatikan, dilansir AFP, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu, kata Paus, "akan menjadi kontribusi signifikan untuk menghilangkan kebencian yang sedang diciptakan dan yang terus meningkat di Timur Tengah dan tempat lain".

"Saya tentu akan terus menyerukan hal ini kepada semua pemimpin dunia untuk mengatakan 'Kembali ke meja perundingan untuk berdialog, mari kita cari solusi untuk masalah'," kata Paus Amerika berusia 70 tahun itu.

ADVERTISEMENT

Paus Leo lalu menyinggung masa Paskah yang akan dijalani umat Kristiani akhir pekan ini. Menurutnya, saat ini lah waktu yang tepat.

"Seharusnya ini menjadi waktu tersuci dan paling sakral sepanjang tahun. Ini adalah waktu damai, waktu untuk refleksi mendalam," ucap Leo.

"Tetapi seperti yang kita semua ketahui, sekali lagi di dunia, di banyak tempat kita melihat begitu banyak penderitaan, begitu banyak kematian, bahkan anak-anak yang tidak bersalah. Kita terus-menerus menyerukan perdamaian, tetapi sayangnya banyak orang ingin mempromosikan kebencian, kekerasan, dan perang," lanjutnya.

(maa/maa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini