Perkelahian yang berujung pada tewasnya korban itu sebenarnya terjadi pada Minggu (31/5/2009) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Dan baru terungkap Selasa (2/6/2009) malam. Artinya, mayat korban dibiarkan tergeletak begitu saja di lantai dapur rumah hingga beberapa hari.
Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi menyebutkan, pembunuhan itu baru terungkap ketika Supangat (60), kakak kandung pelaku berkunjung ke rumah adiknya tersebut. Saat itu dirinya terperanjat dengan apa yang dilihatnya.
Ironisnya, pelaku di waktu bersamaan dengan tenang menceritakan apa yang telah terjadi. Beberapa saat kemudian pelaku langsung diringkus setelah warga melaporkan polisi.
Saat ditemukan, kondisi mayat korban sangat mengenaskan. Selain mulai membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap, di kepala serta wajahnya nampak dipenuhi darah yang sudah kering dan beberapa luka robek.
Tak jauh dari tubuhnya, polisi yang melakukan olah TKP menemukan sebatang balok kayu berlumuran darah yang sudah mengering. Sejumlah tetangga mengakui beberapa hari yang lalu sempat mendengar teriakan orang minta tolong dengan diiringi suara gaduh.
"Minggu malam sekitar jam setengah dua belas, samar-samar saya mendengar teriakan minta tolong tiga kali. Sekarang baru saya yakin kalau itu suara korban minta tolong," jelas Zainuri (50), tetangga korban saat memberikan kesaksiannya pada polisi di lokasi.
Mayat korban kini berada di RSUD Genteng untuk diotopsi. Polisi hingga kini belum berani memberikan banyak keterangan, termasuk motif dari pembunuhan itu.
"Kita masih melakukan pemeriksaan lebih detail lagi, sementara kasus itu masih dugaan pembunuhan, untuk motifnya tunggu hasil pemeriksaan," jelas Kapolsek Cluring Iptu Suwardi saat ditemui di lokasi.
(gik/gik)










































