Dari informasi yang dihimpun, sejak liburan hari Senin lalu, putri kedua pasangan Satrawi dan Umyati ini, memanfaatkan liburannya dengan belajar berenang. Dengan ditemani Hairil Wahyud (11), kakaknya, korban tampak semangat belajar berenang. Hari pertama libur, pelajaran berenang dilewati korban dengan perasaan sukacita.
Begitupula libur hari kedua. Hairil terus mendampingi adiknya belajar berenang. Kakak beradik ini, malah tak peduli waktu. Berangkat pagi, pulang siang. Setelah makan siang, Hairil dan Wahdatun kembali ke sungai sampai petang.
Hari Rabu pagi, kakak beradik itu pun tak melewatkan waktunya untuk berenang di sungai. Mereka malah sempat membuat rakit pisang. "Sayang, korban akhirnya tenggelam saat ditinggal kakaknya ke pematang sungai untuk mengambil bekal makanan," kata Sumantri, tetangga korban yang ikut mengevakuasi korban.
Kabar tewasnya korban sontak menggemparkan kampung krajan Desa Kaduarah Barat. Puluhan warga bergerak menuju sungai. Mereka beramai-ramai mengevakuasi korban.
Keluarga menolak polisi yang hendak memvisum korban ke rumah sakit. Akhirnya polisi meminta petugas medis Puskesmas Talang untuk memvisum.
"Karena keluarga menolak divisum di rumah sakit, terpaksa kami mendatangkan dokter puskesmas untuk memvisum di tempat," kata Kapolsek Larangan, AKP Puryanto.
Puryanto menegaskan, korban murni tewas karena tenggelam. Tak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Setelah disemayamkan di rumah duka, korban dimakamkan Rabu siang di TPU desa setempat.
(bdh/bdh)










































