Brangkas berisi perhiasan berada di kamar pegawai di Departemen Keuangan berhasil dibongkar pelaku, Minggu (10/5/2009) siang saat ditinggal pergi membeli oleh-oleh khas Malang. Diperkirakan korban menelan kerugian sebesar Rp 120 juta.
"Waktu kami datang pintu pagar dan pintu depan terbuka. Mama pun curiga dan mencoba masuk. Pada waktu itu kami kembali pulang untuk mengambil barang bawaan milik papa," ujar Ria Fadlina (18), anak bungsu korban pada detiksurabaya.com di lokasi.
Menurut Siswi kelas III sebuah SMK Negeri di Kota Malang ini, pelaku pencurian hanya membongkar brangkas yang ada di kamar orang tuanya. Brangkas itu sendiri berisi perhiasan serta emas batangan senilai Rp 120 juta.
Hal senada juga diungkapkan oleh Rasmawati (53), kakak korban. Para pelaku tidak mengambil barang lainnya. Hanya membongkar brangkas dan meninggalkannya di ruang tamu. "Kami tadi keluar meninggalkan rumah untuk membeli kripik tempe. Kepergian kami sekitar 1,5 jam," ungkapnya kepada detiksurabaya.com.
Dia menambahkan, setiap harinya rumah ini hanya dihuni istri korban, anaknya Ria dan satu orang pembantu. Sejak pagi hari Tiari, sang pembantu berpamitan untuk pulang.
Sementara ini aparat kepolisian dari Polresta Malang serta POlsekta Blimbing masih melakukan penyelidikan untuk menemukan barang bukti yang tertinggal di TKP. Diduga kuat para pelaku pencurian masuk ke dalam rumah dengan merusak gembok pagar dan pintu depan rumah.
(bdh/bdh)











































