Pasalnya, salah satu saksi dari keluarga yakni putra pertama korban yang masih SMA menjalani Ujian Nasional. "Pemeriksaan terhadap anak pertama korban kita tunda. Karena dia saat ini masih menjalani Unas," kata Kapolres Sumenep, AKPB Umar Effendi kepada detiksurabaya.com di kantornya Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (23/4/2009).
Dia mengaku usai menjalani Unas, pihaknya berjanji akan segera meminta keterangan anak pertama korban tersebut.
Sementara pihaknya saat ini telah memeriksa 7 saksi, namun tak satupun keterangan mereka mengarah kepada pelaku. Keterangan saksi dari keluarga korban yang diharapkan dapat menjadi penunjuk awal juga belum menemukan titik terang.
"Pengungkapan kasus pembunuhan ini memang membutuhkan waktu lama. Dari 7 saksi yang diperiksa masih perlu pendalaman lagi," tegas
UMar Effendi menjelaskan, pihaknya tidak bisa menargetkan berapa lama lagi pelaku bisa terungkap. Namun, pihaknya memastikan jika penyidik akan memeriksa banyak saksi baik dari teman dekat, keluarga korban maupun pihak-pihak lain yang diduga mengetahui rencana pembunuhan tersebut.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 3 Moh Hasim (37) warga Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura, ditemukan tewas mengenaskan di sawah, 100 meter dari rumahnya, Selasa (21/4/2009) pagi.
Di sekujur tubuhnya terdapat banyak luka sayatan. Diantaranya, luka di bagian leher, kedua tangan nyaris putus dan usus terurai. Pembunuhan diduga terjadi Senin (20/4/2009) malam.
(fat/fat)











































