Dari informasi yang diterima pihak keluarga korban, pria yang berprofesi tukang ojek ini meninggal seusai mengantarkan penumpang. "Katanya ia dibunuh segerombolan orang tak dikenal saat pulang ngantarkan penumpang," tukas Fanani Zein, kerabat keluarga korban kepada wartawan, Senin (13/4/2009).
Bahkan, foto mayat korban juga dikirim melalui handphone Achmad Arifin, salah satu tokoh masyarakat Desa Jorongan. Dalam foto itu terlihat wajah korban berlumuran darah segar.
Menurut Fanani Zein, kerabat korban yang saat itu memperlihatkan foto yang ada di HP, Supandi tewas dengan luka di kepala akibat bacokan kapak. "Katanya kepalanya dikapak dua kali. Salah satu lengannya juga disabet benda tajam hingga putus," ujar Fanani.
Kabar meninggalnya bapak dua anak ini diterima Misti, istri korban sore kemarin. Ia dikabari Masruri, tetangga korban yang sama-sama berada di Wamiena. "Anak saya ditelepon Massuri setelah adzan Maghrib," kata Suhadak, orangtua Misti.
Mendengar kabar duka tersebut, Misti seakan tidak percaya, sebab Minggu (12/4/2009) sekitar pukul 16.00 WIB, suaminya masih sempat menelpon dirinya. "Suami saya berpamitan mau mengantar penumpang. Lewat HP itu saya ngomong, iya, hati-hati di jalan," ujar Misti yang tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.
Saat ini pihak keluarga dan tetangga korban tengah mempersiapkan kedatangan jenasah Supandi. Diperkirakan, jenazah akan tiba pukul 19.00 WIB. "Tadi pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, jenazah Supandi diberangkatkan dari Wamena. Paling sekitar jam 7 malam jenazahnya tiba di sini," jelas Fanani Zein.
(bdh/bdh)











































