Kepergian Bohnan ke Surabaya untuk Menggandakan Uang

Dua Pasutri Tewas di Sidoarjo

Kepergian Bohnan ke Surabaya untuk Menggandakan Uang

- detikNews
Jumat, 03 Apr 2009 11:29 WIB
Kepergian Bohnan ke Surabaya  untuk Menggandakan Uang
Sumenep - Kepergian pasangan suami istri (Pasutri) Bohnan (41) dan Miwati (31), asal Kangayan (Pulau Kangean), Sumenep, Madura sebelum ditemukan tewas di Wisma Brambanan, Bungurasih, Sidoarjo berkeinginan menggandakan uang.  

Pasutri dari keluarga tak mampu itu terlilit utang. Bahkan mereka berencana akan ke Malaysia, namun karena tak ada biaya mereka menempuh jalan pintas dengan cara menggandakan uang.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Yunus Abu Thoriq (42) mengaku jika keinginan Bohnan dan istrinya pergi ke Surabaya menggandakan uang dari Nahrawi (29) dan Samawiyah (20) yang juga ditemukan tewas.

"Sebelum berangkat, Bohnan pernah bercerita bahwa akan berangkat ke Surabaya diantar Nahrawi untuk menggandakan uang ke dukun. Sebab Nahrawi dianggap mengetahui  tempat dukun itu," kata Yunus saat dihubungi detiksurabaya.com via telepon selulernya, Jumat (3/4/2009).

Namun korban tidak menceritakan dimana tempat penggandaan uang tersebut. Diduga, ada warga Kota Sumenep yang menjadi penghubung antara mereka dengan dukun tersebut. Bahkan sebelum berangkat ke Surabaya, mereka berempat dikabarkan menginap di rumah warga Kota Sumenep, Mukhlis.

"Saya menduga, Mukhlis itu yang tahu kemana tujuan korban sebenarnya. Tapi, pihak keluarga tidak tahu pasti alamat Mukhlis," terangnya.

Sementara, orang tua Bohnan yakni Apton (67) dan Kepala Desa Dandung, Kecamatan Arjasa, Sumenep, Buasan (45) dalam perjalanan laut ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Rencananya, akan berangkat ke Surabaya, pukul 23.00 WIB, Jumat (3/4/2009) malam.

Sebelumnya warga di sekitar Wisma Prambanan di Bungurasih, Sidoarjo dikejutkan dengan penemuan 2 pasutri tewas di kamar berbeda. Mereka yakni Samawiyah (20) dan Nahrawi (29) asal Dusun Barat Pasar, Desa Kali Tatak, Arasa, Sumenep di lantai 2 No 25 dan Miwati (31) dan suaminya, Bohnan (41) asal Daandong RT 2 RW 4, Sumenep di lantai 3 No 35. Sedangkan anaknya bernama Wulan (4) ditemukan selamat dari tragedi tersebut. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini