Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Banyuwangi, Sundari kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan segera mengambil langkah terkait laporan adanya warga kurang mampu mengidap penyakit aneh di Desa Blambangan.
Langkah itu meliputi pemeriksaan medis awal melalaui UPTD Puskesmas Muncar. Hal itu dilakukan untuk mengetahui langkah selanjutnya yang akan dilakukan Dinas Kesehatan. Seperti kemungkinan Sugiono akan dirujuk untuk dirawat di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap seperti di RSUD dr Soetomo Surabaya, atau hanya perlu dirawat di RSUD yang ada di Banyuwangi.
"Secepatnya kita lakukan pemeriksaan awal melalui puskesmas setempat, karena mereka sebagai penanggung jawab wilayah. Dari sana kita akan ketahui akan dirawat di rumah sakit mana nantinya si penderita, apa dr Soetomo apa di Banyuwangi saja," jelas Sundari saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (23/3/2009) siang.
Selain itu, dipastikan jika nantinya Sugiono tidak dibebani biaya pengobatan alias gratis. Hanya saja, Dinas Kesehatan meminta Sugiono untuk membuat surat keterangan warga miskin sebagai syaratnya.
"Cukup melampirkan surat keterangan warga miskin saja, biaya pengobatan gratis," jelas Sundari lagi.
Seperti pernah diberitakan sebelumnya, kulit tubuh Sugiono, terutama di bagian perut, dada serta punggung secara perlahan mengelupas dan mengeluarkan nanah. Kondisi itu diderita bapak yang mempunyai dua anak ini sejak 3 bulan lalu. Dari hari ke hari, kondisi tersebut semakin bertambah parah. Bagian kulit yang masih sehat lama kelamaan juga ikut mengelupas.
Saking parahnya, Sugiono harus tidur dengan posisi duduk untuk mengurangi rasa panas dan gatal akibat kulit tubuhnya yang terkelupas. Ketiadaan biaya untuk berobat membuat suami dari Supranti (36) itu semakin menderita.
Karena ketiadaan biaya untuk berobat, akhirnya Sugiono terpaksa mengobati penyakit aneh itu secara ala kadarnya. Hingga kini belum diketahui secara pasti apa nama penyakit yang diderita Sugiono. (bdh/bdh)