Tidak surutnya air di wilayah tersebut dikarenakan genangan air tidak mengalir ke Sungai Bengawan Solo, ditambah lagi kiriman air deras dari Widang Tuban yang merupakan daerah perbatasan.
Menurut Camat Baureno Moch Muslih, jumlah warga dan 5 desa yang masih tenggelam diantaranya 2.905 jiwa di Desa Kalisari, 1.628 jiwa di Desa Tanggungan, 2.200 di Desa Lebaksari, 428 jiwa di Desa Pucangarum dan 456 jiwa di Desa Pomahan.
"Semua warga tidak ada yang mengungsi, jadi untuk bantuan yang terpenting tiap hari kami salurkan, nasi bungkus dan baru kemarin ada bantuan seratus paket sembako dari teman teman wartawan, jelasnya bantuan diharapkan," kata Muslih kepada detiksurabaya.com, Senin (2/3/2009).
Sementara di barat maupun timur Kota Bojonegoro, warga mulai bersih-bersih endapan lumpur sisa luapan Sungai Bengawan Solo selama 6 hari merendam pemukiman warga di 116 desa di 12 kecamatan. Rata-rata ketinggian lumpur mencapai 20 cm hingga 40 cm.
Meski begitu, genangan air masih merendam lahan pertanian yang masuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Data yang diperoleh Dinas Pertanian Kab Bojonegoro menyebutkan petani di DAS mengalami kerugian yang tidak sedikit. Jumlah lahan padi sementara yang rusak hampir mencapai 7 ribu hektar.
"Kami masih merincinya, termasuk menunggu laporan resmi dari kecamatan kecamatan," kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Parwoto. (fat/fat)










































