Penyelundupan Ratusan Liter BBM Digagalkan

Penyelundupan Ratusan Liter BBM Digagalkan

- detikNews
Selasa, 27 Jan 2009 14:24 WIB
Situbondo - Penyelundupan BBM jenis premium di Perairan Laut Jangkar Situbondo berhasil digagalkan. Selain barang bukti yang sudah diangkut perahu tradisional, polisi dari Polsek Jangkar juga mengamankan pelaku.

Pelaku, Muhdani alias Pak Rani (29) warga Desa Panggung Kecamatan Raas, Sumenep, Madura sengaja mengemas 27 liter premium dalam 30 jerigen ukuran 30 liter.

Modus yang dilakukan pelaku memang terlihat jitu. Buktinya, untuk menyelundupkan BBM yang dikirim ke Pulau Raas dan Pulau Sepudi, pelaku sengaja menggunakan jasa perahu tradisional. Ini untuk menghindari ulah pelaku tidak gampang tercium polisi.

Bahkan untuk menaikkan barang seludupan tersebut, tidak dilakukan di sekitar Pelabuhan Laut Jangkar. Namun dilakukan di radius 50 meter arah barat di sekitar pelabuhan.

Praktis, aktivitas tersebut sulit terpantau polisi maupun Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Jangkar. Diduga kuat, aksi tersebut sudah berulang kali dilakukan pelaku. Namun dalam pengakuannya pelaku baru kali ini melakukannnya.

"Dari pengakuannya hanya satu kali, tetapi kami akan terus mencari bukti dan keterangan beberapa saksi lagi," terang Kapolsek Jangkar AKP Priyono kepada wartawan Selasa (27/1/2009).

Priyono menambahkan, jika tempat bersandarnya perahu yang digunakan mengangkut BBM, konon juga berpindah-pindah.

"Ini kabarnya selalu berpindah tempat, setiap akan melakukan pengiriman BBM. Tapi kami tidak bisa menduga, namun akan terus kami lakukan pemeriksaan," tambah Perwira asal Banyuwangi ini.

Dari hasil pemeriksaan polisi, terungkap orang yang telah berperan sebagai pengepul BBM, dengan kata lain, Muhdani mendapat BBM tersebut dari orang tersebut. Sayangnya polisi sendiri masih enggan menyebutkan siapa pengepul itu.

Sementara harga per liter premium, dijual pengepul kepada Muhdani seharga Rp 5 ribu. Sedangkan Muhdani menjualnya di Pulau Raas dan Pulau Sepudi hingga Rp 7,5 ribu dalam per liternya. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini