Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, kejadian naas tersebut terjadi pada Senin (29/12/2008) dinihari di Terminal Baru Tamanan, Kota Kediri.
Kejadian tersebut bermula pada sehari sebelumnya, korban dijemput 3 sahabatnya. Masing-masing Slamet, Syamsul dan Gembrot dengan tujuan diajak berlibur ke kawasan Kebun Karet, di Desa/Kecamatan Mojo.
Namun tanpa alasan pasti, rencana berlibur tersebut dibatalkan. Korban kemudian diajak ke rumah Gembrot di Kelurahan Banjarmelati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Setelah selama seharian bercanda, korban tidak dipulangkan kembali di rumahnya, namun malah diinapkan di sebuah rumah kosong di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto. Rumah tersebut diakui milik kerabat Slamet yang ditinggalkan setelah pemiliknya bekerja ke luar negeri.
Selama semalam berada di rumah kosong itu, korban kemudian dipaksa untuk menenggak minuman keras. Selain itu, korban juga dicekoki pil koplo, hingga mengakibatkan korban tak sadarkan diri.
Mendapati calon korbannya tak sadar, ketiga sahabat tersebut kemudian membawa Sekar ke Terminal Baru Tamanan. Di salah satu ruangan kosong, korban harus menelan pil pahit, setelah keperawaannya direnggut secara bergantian oleh ketiga pelaku.
Usai digilir secara paksa, korban diantarkan kembali pulang ke rumahnya. Namun, sebelum diantar pulang, korban sempat diancam dengan sebilah pisau agar tidak menceritakan kejadian yang menimpanya kepada siapa pun.
"Awalnya saya menurut, tapi akhirnya saya tidak tahan menanggung apa yang menimpa saya. Tadi pagi saya cerita ke bapak, dan beliau langsung mengajak saya melapor ke polisi," ujar Sekar saat memberikan laporan di ruang Satuan Pelayanan Masyarakat (SPK) Mapolresta Kediri, Selasa (30/12/2008).
Secara terpisah, KBO Reskrim Polresta Kediri Ipda Siswanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Saat ini korban masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPK), guna mengorek informasi lebih lanjut mengenai pelaku, sebagai bahan pengejaran.
Siswanto dalam keterangannya juga mengatakan, hasil pemeriksaan sementara pihaknya masih menemui jalan buntu. Hal ini akibat kesadaran korban yang belum sepenuhnya pulih.
"Nah sulitnya di situ, korban masih belum ingat betul lokasi dia diperkosa. Padahal itu kan penting sebagai bahan pengejaran pelaku," ujar Siswanto.
Dalam menangani kasus pemerkosaan tersebut, Satreskrim Polresta Kediri telah mengamankan beberapa barang bukti, antara lain pakaian dan celana dalam korban yang berlumuran darah.
"Satu BB. Lain masih kita tunggu, yaitu hasil visum. Doakan saja pelakunya bisa segera tertangkap," ungkap Siswanto. (bdh/bdh)










































