Lokasi sidak pedagang hewan qurban antara lain di sekitar Terminal Blambangan, Jalan Kolonel Sugoiono, Jalan Kepiting, Jalan Brawijaya, Rabu (3/12/2008).
Dalam sidak, petugas memeriksa seluruh hewan kurban yang di perdagangkan. Ini untuk mengetahui apakah semua hewan yang dijual benar-benar sehat. Petugas juga memberikan suplemen dan antibiotik pada sejumlah hewan qurban yang diperiksa.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Banyuwangi Bambang Sugiyanto, pihaknya melakukan pemeriksaan hewan-hewan tersebut untuk melindungi konsumen. Sebab, lanjutnya, hewan korban yang dijual tidak semuanya berasal dari Banyuwangi sehingga tidak menutup kemungkinan ada penyakit yang dibawa hewan qurban dari luar kota.
"Ini yang kita antisipasi, agar semua ternak di Banyuwangi benar-benar terbebas dari segala penyakit," katanya pada sejumlah wartawan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak mendapatkan adanya penyakit berbahaya seperti penyakit kuku dan mulut atau Antraks. Petugas hanya mendapati beberapa kambing yang terkena penyakit mata atau pink eyes.
Petugas kemudian memberikan antibiotik untuk hewan yang terjangkit. Untuk pemiliknya, petugas memerintahkan hewan tersebut dipisahkan dengan hewan yang sehat. "Penyakit ini sebenarnya tidak membahayakan jika dagingnya dikonsumsi manusia, tapi tetap harus diisolasi, karena hewan untuk qurban harus benar-benar sehat," tandasnya. (bdh/bdh)










































