Korban tewas adalah Suparno (60), warga Desa Paseyan, Kecamatan Jatirogo, Tuban,
penumpang mobil panther. Sopir panther nopol S 689 HB, Imam (33), menderita luka parah dan kini dirawat intensif di ruang IRD RSUD Dr R Koesma, Tuban. Lengan tangan kanannya patah dan luka sobek di bagian wajah.
Sementara itu supir Taft Nopol AB 7583 CB, Aris (30) dan seorang penumpang perempuan, Anis (27), menderita luka ringan di bagian lengan kanan dan kepala. Mereka tak sampai dirawat di rumah sakit.
Diperoleh informasi, kecelakaan bermula ketika mobil Taft yang dikemudikan Aris melaju dengan kecepatan tinggi dari Surabaya menuju barat (arah Semarang). Tepat di KM 17 kawasan alas peteng di wilayah Desa Sumurgeneng, dari arah berlawanan melaju Panther yang dikemudikan Imam.
Panther warna biru dongker itu, tiba-tiba mendahului truk gandengan yang ada di depannya. Bersamaan itu Taft yang sudah minggir ke samping jalan, tak sempat menghindar. Tabrakan pun tak terelakkan hingga kedua kendaraan terpental hingga ke
luar badan jalan.
"Saya sudah merepet ke pinggir jalan, tapi masih saja ditabrak," ungkap Aris supir Taft saat ditemui detiksurabaya.com usai kejadian di TKP.
Kondisi kedua kendaraan ringsek bagian depannya. Hampir seluruh kaca Panther dan Taft pecah. Bahkan, mobil Panther yang sedianya akan menuju Jatirogo, bagian depannya melesak ke dalam.
Pasca kejadian, para korban kecelakaan dievakuasi ke RSUD Dr R Koesma Tuban. Dua luka ringan langsung diperbolehkan pulang, sementara Imam pengemudi Panther masih dirawat karena luka serius yang dideritanya.
Kanit Laka Polres Tuban Iptu Muhammad Faqih yang dikonfirmasi menyatakan, saat ini
pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang menewaskan satu korban tersebut. "Kami masih melakukan penyelidikan dan olah TKP," ujar Faqih. (bdh/bdh)











































