Kebanyakan para preman yang ditangkap lantaran tak membawa identitas semisal KTP. Bahkan saat razia di pertigaan depan pintu masuk Ngoro Industri Persada, seorang pemuda pemilik sebuah warung juga ditangkap lantaran tak membawa KTP.
"Itu pemilik warung, jangan ditangkap," kata seorang penjaga warung lain, Adi Widodo (32) kepada polisi yang membawa pemuda itu.
Sementara razia juga digelar di warung-warung Jalan Raya Mojosari-Trawas. Beberapa PSK berlarian saat polisi datang. Beberapa lelaki paruh baya di kawasan itu yang tak membawa kartu identitas terjaring razia.
Saat petugas merazia warung kawasan Mojosari-Trawas, 3 pemuda yang sedang mengamen juga ditangkap. "Saya salah apa pak, kenapa saya ditangkap," protes seorang pemuda yang menenteng gitar saat dikeler naik atas truk.
Polisi lalu merazia warung-warung di Jalan Raya Mojosari-Pungging. Di kawasan ini, polisi sempat mengejar para pemuda hingga ke area persawahan. Namun upaya itu gagal dan malah seorang wartawan JTV, Taufiq Lubis (31) terjerembab ke selokan kala ikuti polisi.
Menurut Wakapolres Mojokerto, Kompol Rizal Irawan, razia ini dilakukan sesuai instruksi Mabes Polri. "Lokasi yang dirazia berdasar laporan dari masyarakat, tentang tingginya angka kriminalitas saat malam hari," kata Rizal.
Sedangkan para preman itu dibawa ke Markas Polres Mojokerto Jalan Raya Mojosari. Bila tidak terbukti melakukan tindak pidana, mereka langsung dibebaskan. Namun jika membawa senjata tajam atau narkoba, akan diproses lebih lanjut. (fat/fat)











































