Tragedi Bendungan Jebol Bikin 171 Ribu Orang Tewas

Kilas Balik

Tragedi Bendungan Jebol Bikin 171 Ribu Orang Tewas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2026 15:16 WIB
Ilustrasi sungai di China
Ilustrasi sungai di China (Reuters)
Jakarta -

Tragedi jebolnya Bendungan Banqiao merupakan salah satu sejarah pilu bagi masyarakat China. Diperkirakan sekitar 171 ribu orang tewas terdampak tragedi ini.

Seperti dalam laporan International Rivers Resource Hub, Bendungan Banqiao ada di Provinsi Henan, China. Jebolnya bendungan ini sering disebut sebagai kegagalan struktural paling mematikan dalam sejarah China.

Semua bermula pada malam 8 Agustus 1975, warga di hilir Bendungan Banqiao sedang berjuang melawan badai dahsyat. Warga saat itu tak mengira bahwa badai akan berlangsung lama. Namun, kian lama debit air terus naik. Warga pun mendengar suara retakan dari arah bendungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendungan Banqiao pun jebol. Jebolnya bendungan membuat air setara dengan 280 ribu kolam renang ukuran Olimpiade meluap. Air ini membentuk gelombang pasang dengan kecepatan 50 km/jam yang menghancurkan desa-desa di bawahnya.

Namun, bencana ini tak sampai di situ. Bukan hanya Bendungan Banqiao yang jebol. Sebanyak 62 bendungan lainnya juga ikut jebol karena 'efek domino' dari jebolnya Bendungan Banqiao.

Total korban jiwa akibat tragedi jebolnya Bendungan Banqiao pada 1975 diperkirakan mencapai 171 ribu orang

Sedangkan sekitar 26 ribu tewas langsung akibat banjir, sisanya meninggal akibat kelaparan dan penyakit (kolera dan cacar) yang melanda di hari-hari setelah bencana ini.

Bendungan Banqiao awalnya dianggap begitu kokoh. Bahkan dijuluki sebagai 'Bendungan Besi' setelah diperkuat pada 1950-an menggunakan spesifikasi dari Uni Soviet

Namun ahli hidrologi bernama Chen Xing sempat memperingatkan bahwa pembangunan bendungan yang berlebihan di wilayah tersebut berbahaya. Ia merekomendasikan 12 pintu air untuk Banqiao, namun hanya 5 yang dipasang. Peringatan ini diabaikan.

Selama beberapa dekade, pemerintah China sempat menutupi skala bencana ini. Mayoritas masyarakat di luar Henan tidak mengetahui kejadian tersebut hingga catatan sejarah mulai dibuka pada tahun 2005, tepat 30 tahun setelah tragedi terjadi.

Tonton juga video "Serangan Israel Hantam Area Dekat Waduk Terbesar Lebanon"

(rdp/imk)


Berita Terkait