Usulan alokasi anggaran operasional untuk Persik tersebut terungkap dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun 2009, yang dilakukan oleh tim anggaran Pemerintah Kota Kediri.
"Nilai total yang saya tahu sebesar Rp 15 miliar, dengan 12 miliar untuk persik," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kediri, Budi Astowo kepada detiksurabaya.com, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (9/11/2008).
Budi menambahkan, usulan alokasi dana sebesar itu akan disalurkan dengan mekanisme dana hibah, serta penyalurannya dilakukan melalui KONI Kota Kediri.
Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapekko) Kediri, Bambang Basuki Hanugrah, saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya rencana pengajuan dana hibah untuk Persik dalam APBD tahun 2009 mendatang.
"Memang saat ini sedang membahas KUA PPAS yang mengakomodir penabahan alokasi dana tersebut bersama-sama dengan anggota DPRD," ujar Bambang.
Bambang juga mengakui, usulan pemberian dana hibah untuk Persik tersebut dilakukan berdasarkan permintaan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri, Hasyim Nawawie yang mendapatkan perintah secara langsung dari Walikota HA.Maschut, yang juga tercatat sebagai ketua umum Persik.
Sementara Hasyim Nawawie saat dikonfrmasi mengenai kabar tersebut juga tak mengelak. Dia berdalih, pengusulan dana hibah untuk Persik di tahun 2009, dengan dalih menyelamatkan klub sepakbola kebanggaan warga Kota Kediri tersebut dari kebangkrutan yang kian mengancam.
"Kita tentunya tidak ingin kehilangan Persik secara mendadak. Meskipun kami juga tahu, hal tersebut tidak dapat dipertahankan selama-lamanya," cetus Hasyim enteng.
Bahkan Hasyim juga membantah anggapan jika pengusulan dana hibah sebagai dana operasional Persik melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.903/187/SJ tanggal 30 Januari 2007, tentang larangan pemanfaatan APBD untuk membiayai klub sepakbola.
"Kenapa kami dikatakan melanggar. Apa yang kami lakukan juga mengakomodir keinginan walikota baru, di mana dengan tegas beliau berkeinginan tetap mepertahankan Persik sebagai ikon kota," tegas Hasyim. (a2s/bdh)











































