Pos Rayon Militer (Ramil) hanya berjarak 100 meter dari Early Production Facility (EPF) milik Mobil Cepu Limited (MCL) di Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Pos Ramil Gayam berukuran 6,5 x 15 meter, dan ditargetkan tuntas akhir Desember 2008.
Pengerjaan proyek Pos Ramil Gayam melibatkan sekitar 20 tenaga kerja, separuh diantaranya adalah anggota TNI sendiri. Saat ini proses pembangunan sudah mencapai tahap pondasi dan pengurukan atau sekitar 20 persen rampung.
"TNI tidak ingin tambang minyak di Bojonegoro ini tidak aman. Makanya agar proyek berlangsung aman dan nyaman dibangunlah Pos Ramil Gayam," jelas Danramil Ngasem Kapten Inf Munardi kepada detiksurabaya.com di lokasi pembangunan, Rabu (29/10/2008).
Pada awal pengoperasian Pos Ramil Gayam ini akan ditempatkan sekitar 9 personel TNI. Yaitu 6 orang petugas piket dan 3 lainnya staf kantor. Pos Ramil Gayam sebagai pos pembantu berada di bawah garis komando Koramil Ngasem.
"Komandonya di bawah Koramil Ngasem. Walaupun anggotanya mungkin diambil dari Koramil lain. Kita belum berpikir jauh apakah perlengkapan senjata di pos ini standrat internasional atau bukan. Sebab yang dijaga adalah proyek kelas dunia," tambah Kapten Inf Munardi.
Material dan peralatan milik MCL maupun sub kontraktor kerap diganggu oleh orang tak bertanggung jawab. Sering dilaporkan adanya pencurian material, bahkan belum lama ini terjadi pembakaran mesin las pipa minyak milik PT Geo Link Nusantara di Desa Gayam, Ngasem.
(bdh/bdh)










































