Namun sayang dalam proses penghancuran rumah-rumah tersebut, puluhan wartawan cetak dan elektonik serta beberapa polisi yang berpakaian preman dilarang masuk ke perkampungan oleh pasukan Brimob yang bersenjatakan tameng. Alasan demi kelancaran dan keamanan eksekusi.
Imbasnya, puluhan wartawan cetak dan elektronik serta polisi berpakaian preman harus memutar arah yang jaraknya 200 meter.
"Maaf Mas..di luar area dulu. Demi kelancaran dan sterilisasi eksekusi Genting ini," kata salah satu petugas Brimob yang sedang berjaga kepada polisi berpakaian preman, Selasa (28/10/2008).
Sementara itu hingga pukul 10.20 WIB, alat-alat berat itu masih menghancurkan beberapa tembok yang masih kokok berdiri.
(fat/fat)











































