Hydrocepallus merupakan gangguan absorbtin yang menyebabkan penyerapan cairan secara tak terkendali ke rongga kepala sehingga perkembangan kepala bayi lebih cepat dari tubuhnya.
Ahmad selama kurang lebih 1 tahun lalu tergolek lemah di ruang anak melati RSUP Dr Soedono Madiun, dengan kondisi kepala membesar di atas kenormalan balita pada umumnya. Meski sudah menjalani operasi 2 kali, namun kondisinya tidak berubah.
Kepala ruang anak melati RSUP Dr Soedono Madiun, Sunaratih (40) mengatakan Ahmad merupakan korban pembuangan bayi yang ditemukan di Pasar Besar Kota Madiun. Selama setahun ini tidak ditemani kedua orangtuanya. Sedangkan seluruh biaya perawatan ditanggung rumah sakit dengan biaya sekali operasi Rp 8 juta.
"Selama hampir setahu ini yang merawat perawat secara bergantian sesuai shift-nya karena orang tua tidak ada," jelas Sunaratna kepada detiksurabaya.com, Rabu (8/10/2008).
Dari pantauan detiksurabaya.com bayi bernama Nur tersebut hanya berbaring lemah tidak bergerak hanya sekali-sekali mengedipkan matanya saat wartawan mengambil gambarnya.
Ahli bedah syaraf RSUP Dr Soedoo Madiun, Nur Hidayat SpBS mengatakan operasi yang sudah dilakukan hanya tindakan membantu dan tidak bisa memberikan kesembuhan total.
"Operasinya hanya mengeluarkan cairan di kepala agar tidak ada tekanan di otak agar kepala tidah tumbuh lagi," jelas dr Nur Hidayat kepada wartawan, Rabu (8/10/2008).
Dia menambahkan, saat ini Ahmad memiliki ukuran lingkar kepala 72cm jauh di atas normal yang hanya 40cm-45cm. Dengan tinggi badan 60cm dan berat 10 kilo. Sehingga kondisi kepala tampak membesar bahkan pihak perawat kuwalahan untuk menggendongnya.
"Kepalanya sangat besar sekali bahkan perawat saya tidak kuat untuk menggendongnya, jadi kadang harus berdua," tambah Nur. (fat/fat)











































