Demi Bayar Utang, Kakak Beradik Nekat Jual Diri

Demi Bayar Utang, Kakak Beradik Nekat Jual Diri

- detikNews
Selasa, 07 Okt 2008 14:17 WIB
Demi Bayar Utang, Kakak Beradik Nekat Jual Diri
Situbondo - Usai Lebaran, praktek prostitusi di kawasan warung remang di Desa Kotakan, Situbondo, Jatim, kembali marak. Sedikitnya 6 PSK yang baru datang dari kampung dan kembali 'berjualan' berhasil digaruk petugas Satpol PP, Selasa (9/10/2008).

Ironisnya, diantara penjual jasa seks instan yang terjaring razia tersebut, dua diantaranya adalah kakak-beradik. Yakni, Fitriyah (26) dan Fatimah (19). Keduanya tercatat sebagai warga Sukowono, Jember.

"Kami baru saja balik dari kampung halaman sehabis berlebaran dengan sanak keluarga. Uang sudah habis untuk berlebaran dan kami ingin kembali bekerja," tutur Fitriyah, kakak kandung Fatimah.

Janda beranak dua ini juga mengaku, kalau uang yang didapat dari jerih payahnya sebagai PSK selama ini digunakan untuk membiayai pendidikan kedua anaknya serta orangtuanya yang sudah jompo. "Saya sengaja mengajak adik saya untuk bekerja sebagai PSK juga, karena utang kami di kampung masih menumpuk," isak wanita berambut sebahu ini.

Selain kedua pasangan kakak-beradik di atas, Satpol PP juga menggelandang empat PSK
lain yang biasa mangkal di lokalisasi liar Kotakan yang di kalangan pria hidung belang disebut 'Lembah Nista'. Masing-masing Yuliatin (19) warga Kalisat Jember, Yana (25) warga Sukosari Bondowoso, Lilis (22) warga Jatiroto Lumajang dan Ira (29) warga Patrang Jember.

Kepala Kantor Satpol PP Situbondo Khusairi menyatakan bahwa selain razia PSK di sejumlah lokalisasi liar, pihaknya juga mengintensifkan penertiban para PKL yang dinilai menganggu dan mengotori kawasan Kota Situbondo.

"Rata-rata para PSK yang terjaring razia penertiban adalah wajah lama. Mereka sudah berulangkali kita tangkap dan kita kembalikan ke kampung halamannya. Namun mereka masih nekat kembali bekerja di Situbondo," tegasnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait