Pertigaan Mengkreng Kediri Macet, Antrean Mengular

Pertigaan Mengkreng Kediri Macet, Antrean Mengular

- detikNews
Kamis, 02 Okt 2008 13:48 WIB
Kediri - Memasuki lebaran hari kedua volume kendaraan yang melintas di Pertigaan Mengkreng, Kabupaten Kediri kembali mengalami peningkatan. Pagi hingga siang ini terpantau mengalami kemacetan total.

Pertigaan Mengkreng merupakan titik temu kendaraan dari 3 arah berbeda, yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk.

Hal ini seperti disampaikan Kepala Pos Polisi Mengkreng, Iptu Shokib saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya, Kamis (2/10/2008).

"Rata-rata kendaraan yang terjebak kemacatan adalah roda empat. Kendaraan hanya bisa bergerak dengan kecepatan tak lebih dari 10 Km perjam," kata Shokib.

Akibat kepadatan arus lalu lintas tersebut saat ini antrean panjang kendaraan terjadi di sekitar Pos Polisi Mengkreng.

"Pantauan kami untuk ke arah timur, antrean mengular hingga rel kereta api di Kecamatan Perak Jombang. Sedangkan untuk ke arah barat, antrean terjadi sampai di Simpang Empat Kertosono," imbuh Shokib.

Dikatakan pula oleh Shokib, pihaknya memperkirakan kemacatan ini akibat adanya aktifitas liburan yang dilakukan masyarakat, dalam mengisi waktunya dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri.

"Kelihatannya memang bukan aktifitas masyarakat balik ke tempat asalnya, melainkan
masyarakat yang sekedar hanya ingin berlibur. Kebetulan di wilayah Madiun banyak objek wisata, begitu juga di Surabaya," jelas Shokib.

Untuk menghindari semakin parahnya kemacatan yang terjadi, Shokib memberikan isntruksi kepada masyarakat yang hendak melaju ke arah Madiun maupun Surabaya, dan berangkat dari wilayah Kediri, agar dapat memanfaatkan jalur alternatif.

Untuk masyarakat yang hendak menuju Surabaya, dianjurkannya agar melintasi jalur alternatif di Kecamatan Papar yang akan menghubungkannya ke wilayaha Jombang.

Sedangkan yang hendak menuju Madiun disarankannya, agar melintasi wilayah Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri dan akan tembus ke wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Jadi kami harapkan masyarakat dapat membantu tugas kami. Silahkan untuk yang menuju Surabaya atau Madiun bisa manfaatkan jalur alternatif," tegas Shokib. (bdh/bdh)
Berita Terkait