Dari 16 korban luka itu, hingga Senin (15/9/2008) pukul 15.00 WIB masih ada 2 orang yang namanya belum diketahui itu dirawat secara intensif di RS R Soedarsono karena luka-lukanya yang cukup kritis. Biaya pengobatan yang luka akan ditanggung pemerintah.
"Akibat pembagian zakat yang dilakukan H Syaikon dengan berat hati kita turut berbela sungkawa atas jatuhnya korban sebanyak 21 orang," kata Bupati Pasuruan Dade Angga kepada wartawan saat jumpa pers di ruang pertemuan RS R Soedarsono, Senin
(15/9/2008).
Dalam jumpa pers ini diikuti Walikota Pasuruan Aminurrohman, Kapolresta Pasuruan AKBP Herri Sitompul, Kapolres Pasuruan AKBP Setyowedi, Ketua DPRD Kota Pasuruan H M Hasani, Dandim Pasuruan Letkol Adam P Suwarno.
Data yang tercatat di RS R Soedarsono, korban luka sudah diperbolehkan pulang berjumlah 14 orang. Mereka adalah:
- Supriyati (20) warga Kepel Kota Pasuruan
- Sukarni (70) warga Purutrejo Kota Pasuruan
- Waginah (50) warga Dung Gambir Kota Pasuruan
- Maria Ulfa (26) warga Jogorejo Kota Pasuruan
- Liana (38) warga Sekar Gadung Kota Pasuruan
- Lina (20) warga Pengkol Kota Pasuruan
- Sayunah (40) warga Ngemplakrejo Pasuruan
- Sumirah (52) warga Ngemplak Gang 10 Pasuruan
- Mbok Su (70) warga Paserpan Pasuruan
- Amfani (50) warga Gadingrejo Pasuruan
- Lusiana (30) warga Mandaran Pasuruan
- Muinah (47) warga Dung Gambir Pasuruan
- Khoyumi (49) (belum diketahu asalnya)
- Endang (50) warga Jalan Airlangga Gang 16 RT IV RW VIII Pasuruan











































