Ditanami Rumput Baru, Alun-alun Sleman Tak Boleh untuk Pasar Malam

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 16:54 WIB
Alun-alun Kabupaten Sleman setelah ditanami rumput baru, Rabu (19/1/2022)
Pekerja tengah merawat rumput baru di Alun-alun Kabupaten Sleman. (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Pemkab Sleman saat ini membenahi beberapa fasilitas publik. Salah satunya adalah alun-alun yang berada di Jalan Magelang, Tridadi, Sleman.

Kepala UPT Stadion Maguwoharjo, Sumadi, mengatakan proses penataan di Alun-alun Kabupaten Sleman atau yang dikenal bernama Lapangan Denggung ini dengan mengganti rumput lapangan. Selain itu area jogging track juga diperbaiki.

"Kalau pembangunan itu dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), nah nantinya akan diserahkan ke kami untuk perawatannya. Kalau Denggung itu kan wajah Kabupaten Sleman ya," kata Sumadi saat dihubungi wartawan, Rabu (19/1/2022).

Saat ini, rumput yang digunakan menggunakan jenis dactylon atau disebut juga rumput bermuda. Jenis ini juga biasa digunakan di beberapa stadion sepak bola.

Sumadi menerangkan proses penataan ini sudah dilakukan sejak tahun 2021 dan saat ini sudah selesai. Hanya tinggal menunggu perawatan rumput agar bisa digunakan.

"Pelaksanaan terakhir Desember kemarin, selesai itu. Tapi sekarang masih perawatan (rumputnya)," katanya.

Sumadi memastikan jika sudah resmi dibuka masyarakat bisa memanfaatkan Lapangan Denggung seperti biasa. Namun, ia menegaskan untuk kegiatan-kegiatan seperti pasar malam yang berpotensi membuat rumput rusak akan dilarang.

"Itu nanti untuk umum. Hanya mungkin kegiatan-kegiatan yang notabene seperti pasar malam dan sebagainya sementara ini dilarang. Karena ya mahal biayanya perawatan daripada pendapatannya," ucapnya.

"Kalau hanya untuk kegiatan-kegiatan kayak jogging, upacara dan lain sebagainya kan mungkin tidak masalah," imbuhnya.

Pantauan detikcom siang ini nampak beberapa petugas tengah merawat rumput dan membersihkan daun kering di lapangan. Selain itu, para petugas juga nampak memotong rumput di beberapa bagian.

Selain itu, di beberapa sisi masih dipasang peringatan agar masyarakat umum tidak menginjak rumput karena masih dalam masa perawatan.

(ahr/rih)