Sedih! Seekor Penyu Ditemukan Mati dengan Mulut Penuh Plastik di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:49 WIB
Seekor penyu ditemukan mati dengan kondisi mulut penuh sampah plastik di Pantai Cangkring, Bantul, Rabu (19/1/2022).
Seekor penyu ditemukan mati dengan kondisi mulut penuh sampah plastik di Pantai Cangkring, Bantul, Rabu (19/1/2022). (Foto: dok SAR Satlinmas Wilayah 4 Pantai Samas-Pandansimo)
Bantul -

Seekor penyu hijau ditemukan mati di pinggir Pantai Cangkring, Kapanewon Poncosari, Kalurahan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saat ditemukan kondisi mulut penyu penuh sampah plastik.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 4 Pantai Samas-Pantai Pandansimo, Dwi Rias Pamuji, menjelaskan bangkai penyu itu ditemukan oleh seorang warga pagi tadi. Ketika menyusuri pinggiran pantai tersebut, saksi menemukan penyu namun tak kunjung bergerak.

"Jadi warga yang kebetulan sedang ke pantai melihat bangkai penyu dan sehabis itu laporan ke pos SAR Pantai Baru," kata Dwi kepada detikcom, Rabu (19/1/2022).

Mendapat laporan tersebut, anggota SAR yang berjaga bersama anggota Ditpolair Polda DIY langsung menuju lokasi penemuan. Selanjutnya petugas berkoordinasi dengan perwakilan BKSDA yang berada di Pantai Gua Cemara.

"Tadi pas diperiksa itu pada bagian mulut penyu ada plastiknya, jadi kemungkinan di dalam perut bisa memakan banyak plastik juga," ujarnya.

"Karena itu untuk penyebab matinya diperkirakan karena memakan sampah plastik. Selain itu penyu ini mati sudah lebih dari tiga hari karena saat ditemukan sudah membusuk," lanjut Dwi.

Dwi mengungkapkan penyu itu jenis penyu hijau dengan panjang karapas 75 cm dan lebar 60 cm. Usai pemeriksaan, selanjutnya bangkai penyu dikubur di pinggir pantai.

"Untuk bangkai penyu itu tadi langsung dikuburkan," katanya.

Menurut Dwi, penemuan bangkai penyu bukan pertama ini terjadi di wilayahnya. Namun untuk penyu yang mati dengan kondisi mulut penuh plastik terbilang jarang.

"Bukan hanya sekali ini, karena untuk penyu terdampar dalam kondisi mati sudah berulang kali. Kalau yang (mati) karena makan plastik ya ada beberapa tapi terbilang jarang ditemukan," ujarnya.

Dwi menjelaskan banyak sampah plastik dari sungai yang masuk ke laut selatan. Apalagi saat ini memasuki musim hujan sehingga sampah di sungai mengalir ke laut.

"Kalau imbauan untuk wisatawan sudah ada di setiap titik, tempat sampah juga sudah disediakan. Jadi kemungkinan besar bukan dari pengunjung tapi dari sampah-sampah di sungai, seperti dari limbah rumah tangga terus kena banjir akhirnya masuk sungai berujung ke laut," ucapnya.

(rih/sip)