Viral 'Jangan Klik Link Vaksin Booster', Begini Kata Dinkes Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 13:27 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen)
Solo -

Beredar larangan untuk mengklik link pendaftaran vaksinasi di grup percakapan WhatsApp. Disebutkan bahwa pendaftaran melalui link di WhatsApp adalah modus baru tindak kejahatan.

Berikut isi pesan berantai itu:

Hallo dulur² dan kawan² ku semua , kalau dapat WA. utk daftar ikut Vaksin ke 3 / Booster di rumah sakit dan ada link nya jangan sekali kali di buka link nya !!! , jangan daftar !! - Abaikan saja, Karena itu modus baru penipuan , yg akibatnya : Data² Pribadi, Dokumen Penting, Tabungan, atau Uang kita di Bank, ATM, Deposito, bisa Habis diambil mereka...Waspadalah !!!!

Awaas PENIPUAN !!!!!!!!!!!!

Baru saja, teman saya Menerima telepon untuk menanyakan apakah dia telah divaksinasi.

Jika dia sudah divaksinasi tekan 1.
Jika dia belum divaksinasi, tekan 2.

Akibatnya, dia menekan 1

Ponsel di blokir, Informasi PayMe dan Perbankan online yang sering digunakannya ditransfer.

Ingat : Jangan pernah mengikuti sarannya, segera Putuskan hubungan Telponnya 🙏🏽

Mohon Perhatiannya ~ Cepat dan Teruskan kelebih Banyak orang.... 🙏🏽🙏🏽

Penipuan gaya baru
( Mohon Perhatiannya Demi Keamanan kita )

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Setyowati, mengimbau masyarakat tetap berhati-hati ketika mendapatkan informasi tentang pendaftaran vaksinasi booster. Dia meminta masyarakat langsung menanyakan ke kelurahan ataupun fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

"Jika menerima link, dimohon untuk konfirmasi ke faskes atau instansi yang bersangkutan, apakah link tersebut benar atau tidak," kata Setyowati saat dihubungi detikcom, Rabu (19/1/2022).

Namun hingga saat ini, kata Setyowati, Dinas Kesehatan belum pernah membuka pendaftaran vaksinasi booster melalui link dan menyebarkan lewat WhatsApp. Saat ini penerima vaksinasi sudah didata melalui kelurahan atau instansi pelayanan publik lainnya.

"Saat ini kami belum menyediakan pendaftaran melalui link. Yang ada baru pendataan kelurahan melalui RT/RW, puskesmas atau instansi pelayanan publik," pungkasnya.

(rih/sip)