Diburu! Pelaku Pelecehan Seks yang Berujung Kasat Reskrim Boyolali Dicopot

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 18:02 WIB
Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, Selasa (18/1/2022).
Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, Selasa (18/1/2022). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Wanita inisial R (28) mengaku dilecehkan secara verbal oleh Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin. Saat itu R melapor menjadi korban pelecehan seksual oleh pria tak dikenal yang mengaku polisi.

Ketika ditanya apakah pelaku pelecehan seksual terhadap R itu benar seorang anggota Polri, Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond menepisnya.

"Yang jelas orang tersebut (pelaku) bukan dari (anggota) Polda Jateng, ataupun anggota Polri/TNI," tandas Morry kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Morry menyebut saat ini laporan pelecehan seksual tersebut masih dalam penyelidikan. Menurutnya, tindak asusila yang dialami R terjadi di wilayah Bandungan, Kabupaten Semarang. Pihaknya pun berkoordinasi dengan Polres Semarang dan Ditreskrimum Polda Jateng.

"Kita berkoordinasi dengan Polres Semarang, terkait dengan bukti-bukti yang kita dapatkan dan alhamdulillah data sudah kita dapat, termasuk bukti-bukti pendukung lainnya," ujarnya.

"Dan alhamdulillah, saya sudah berkoordinasi dengan Polda dan Direktur Kriminal Umun Polda Jateng. Akan segera ditindaklanjuti, kemungkinan besar hari ini atau besok kita sudah dapat hasilnya," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus itu bermula ketika suami R, inisial S, ditangkap Polres Boyolali pada Minggu (9/1/2022). Suami R ditangkap terkait kasus perjudian.

Keesokan harinya, R didatangi oleh seorang pria tak dikenal yang mengaku anggota polda. Pria itu datang ke rumah R di Boyolali dan mengatakan bisa membantu menguruskan kasus suaminya. Pria itu juga menunjukkan kartu anggota polisi dengan nama inisial GW.

"Datang ke sini ada seseorang yang mengaku anggota Polda, dengan menunjukkan kartu identitas anggota polisi, mau membantu menguruskan kasus suaminya," kata kuasa hukum R, Hery Hartono.

GW datang ke rumah R pada tanggal 10 Januari 2002 sekitar pukul 05.30 WIB. GW langsung mengajak pergi R dengan menumpang mobil berdua saja.

"Diajak pergi ikut saja dia (R), karena takut suaminya sedang bermasalah mungkin, ada yang mau menolong, diiyani saja, ikut. Dibawa ke Polres Boyolali dulu, di situ masuk entah dengan trik apa, ini akalnya luar biasa," katanya.

Lihat juga video 'Sekuriti yang Rekam Mahasiswi Mandi di Makassar Sudah 3 kali Beraksi':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman selanjutnya.