Ini Ucapan Kasat Reskrim Boyolali yang Dinilai Lecehkan Pelapor

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 12:48 WIB
Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin
Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin yang dicopot gegara kasus pelecehan verbal (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mencopot Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin karena diduga melecehkan secara verbal seorang wanita korban pelecehan seksual saat melapor. Begini ucapan Eko yang dinilai melecehkan tersebut.

Awalnya, Eko dilaporkan oleh wanita ibu rumah tangga inisial R (28) ke Sie Propam Polres Boyolali. Pelaporan juga ditembuskan ke Polda Jateng dan Mabes Polri. R mengaku merasa dilecehkan saat melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya ke Polres Boyolali.

"Saya mengalami kejadian itu (pelecehan seksual di Bandungan), langsung saya lapor ke Polres Boyolali. Begitu saya sampai disana, saya diterima dengan baik oleh SPKT," kata R kepada para wartawan, Senin (17/1/2022).

Setelah dari SPKT, R diarahkan ke gedung Satreskrim untuk diperiksa. Di sana, R pun menjelaskan kronologi pelecehan seksual yang dialaminya kepada penyidik.

"Sampai di SPKT saya diarahkan ke belakang untuk ke ruang kronologi. Waktu itu sampai sana saya menjelaskan apa yang saya alami, dan saya sudah menjelaskan semuanya, tiba-tiba bapak Kasat Reskrim-nya datang," jelas R.

Menurut R, saat itu Eko menanyakan kepada anggotanya, siapa yang diperiksa dan dijawab penyidik kalau istrinya S, pelaku perjudian yang ditangkap Polres Boyolali sehari sebelumnya.

"Siapa? Istrinya S, Pak. Mengapa ke sini? Tahu suaminya seperti itu (judi) kok diam saja," kata R menirukan percakapan antara Eko dan penyidik, dalam bahasa Jawa yang sudah dialihbahasakan oleh detikcom.

"Terus saya diam. Terus ada bapak (anggota polisi) yang menjelaskan. Ini Pak, dapat musibah, ini laporan. Laporannya tentang ini (pelecehan seksual)," imbuh dia.

Kemudian Eko berkata kepada R. "Lha piye? Penak? (Gimana? Enak?)," lanjut R menirukan perkataan Eko saat itu.

"Habis itu terus saya down. Saya dapat kejadian seperti itu, terus ditambah kata-kata yang tidak mengenakkan dari bapak Kasat Reskrim. Saya disuruh keluar, saya keluar, ya begitulah kejadiannya," katanya lagi.

Mendapat perkataan seperti itu, R mengaku psikisnya langsung drop dan merasa sakit hati. Dia kemudian pulang ke rumahnya.

"Ya saya langsung down, saya dapat musibah terus saya diomongi seperti itu, saya merasa tambah sakit gitu loh. Malu, sudah jatuh tertimpa tangga terus dikatain seperti itu. Sampai situ saya langsung ya, sudah Pak, kasusnya tidak usah diterusin, kita pulang saja. Daripada bikin sakit hati lagi, saya tak fokus sama kasusnya suami saya," ungkapnya.

R pun pulang dan konsultasi dengan keluarga dan rekan-rekannya. Lalu dia menghubungi penasihat hukum. Keesokan harinya R didampingi kuasa hukumnya melaporkan kejadian itu ke Propam Polres Boyolali. Selain itu R juga melaporkan kasus pencabulan yang dialaminya ke Polda Jateng. Dalam laporannya, R juga mengaku telah melengkapi hasil visum.

Saksikan juga: Lingkaran Setan Kekerasan Seksual Anak

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)