Pria di Banjarnegara Pura-pura Dibegal sampai Viral Biar Tak Ditagih Utang

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 16:37 WIB
Pria ngaku pura-pura jadi korban begal agar tak ditagih utang, Banjarnegara, Selasa (18/1/2022).
Pria ngaku pura-pura jadi korban begal agar tak ditagih utang, Banjarnegara, Selasa (18/1/2022). (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Ada-ada saja ulah orang saat hendak ditagih utang. Seperti yang dilakukan AR, warga Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Alih-alih membayar utang, pria 50 tahun ini justru pura-pura dibegal di tengah jalan sampai bergaya pingsan.

Sebelumnya dikabarkan jika AR dibegal saat membonceng sepeda motor melintas di Desa Tegal Jeruk, Kecamatan Pagentan, pada Senin (17/1) malam. Ia mengaku uang Rp 21 juta yang dibawanya di dalam tas ditarik dan dibawa kabur pengendara sepeda motor lain yang menyalip. Sontak peristiwa ini pun viral di media sosial.

Kapolsek Pagentan AKP Mukmin meluruskan peristiwa tersebut. Berdasarkan pemeriksaan, AR hanya mengarang cerita seolah-olah dirinya dibegal.

"Jadi benar ada warga Karangkobar berinisial AR yang awalnya ngaku dibegal. Dia membonceng anaknya. Saat di Desa Tagal Jeruk, seolah-olah ditarik oleh pengendara lain," ujarnya saat ditemui di Polsek Pagentan, Selasa (18/1/2022).

Usai uangnya dibawa kabur, AR pun berpura-pura pingsan. Hingga anaknya yang mengendarai sepeda motor berhenti dan meminta bantuan warga sekitar.

"Setelah mengaku dibegal, AR terlentang di jalan dan pingsan. Anaknya sempat bertanya tapi AR pura-pura pingsan sehingga anaknya berlari ke arah Majasari untuk mencari bantuan," jelasnya.

Saat anaknya meminta bantuan warga, AR melempar tas yang dibawa sebagai alibi. AR mengaku tas yang dibawanya berisi uang sebanyak Rp 21 juta. Hal tersebut juga diceritakan kepada anak dan warga yang menolongnya.

"Saat anaknya minta bantuan AR membuat alibi dengan melempar tas yang katanya berisi uang Rp 21 juta," terangnya.

Namun, berdasarkan pemeriksaan di Polsek Pagentan, peristiwa pembegalan yang dialami AR ternyata hanya rekayasa. Hal ini dilakukan agar utangnya kepada teman ditangguhkan.

"Tujuan agar peristiwa ini terdengar temannya. Dengan harapan utang dia kepada temannya ditangguhkan atau tidak terbayar," jelas Mukmin.

Saat ini, pihak Polsek Pagentan masih terus mendalami peristiwa tersebut. AR mengaku memiliki utang kepada temannya sebesar Rp 10 juta. Dan tas yang dibawa oleh AR tidak berisikan uang.

"Kami masih terus mendalami. Pada saat pemeriksaan, AR mengaku memang punya utang dan akhirnya mengarang cerita seperti itu. Padahal di tasnya itu kosong, tidak ada uangnya, apalagi sampai Rp 21 juta," pungkasnya.

(sip/rih)