Round-Up

Misteri Luka Lebam Berujung Pembongkaran Makam Siswi SD di Grobogan

Manik Priyo Prabowo - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 09:00 WIB
Polisi membongkar makam siswi SD di Grobogan yang tewas diduga dianiaya, Senin (17/1/2022).
Polisi membongkar makam siswi SD di Grobogan yang tewas diduga dianiaya, Senin (17/1/2022). (Foto: dok. Polres Grobogan)
Grobogan -

Seorang siswi kelas VI SD di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tewas setelah diduga dianiaya. Polisi yang menerima laporan dari orang tua korban akhirnya turun tangan.

Makam korban dibongkar untuk menyelidiki penyebab kematian korban. Berikut rangkuman fakta seputar kasus ini.

Korban meninggal dunia dengan luka lebam
"Benar, pihak orang tua sudah melaporkan dan kasusnya masih kita dalami," kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Adriyansyah Ritas Hasibuan saat dihubungi wartawan, Kamis (30/12).

Adriyansyah menyampaikan, korban berinisial S (12) warga Kecamatan Grobogan, dilaporkan meninggal dunia dengan kondisi memiliki luka lebam. Sebelumnya, bocah perempuan ini beberapa hari merasakan sakit di sekujur tubuhnya usai terima rapor sekolah, Sabtu (17/12), dan juga menghadiri acara ulang tahun temannya.

Polisi dalami kemungkinan pelaku
Kondisi itu pun membuat orang tua membawa korban ke bidan dan dukun pijat. Bahkan, karena tak kunjung sembuh dan malah semakin buruk kesehatannya, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit pada Rabu (22/12). Namun korban dinyatakan meninggal dunia usai tiba di rumah sakit saat itu.

"Kita dalami apakah pelaku merupakan anak di bawah umur atau rekan sekolah korban. Tunggu hasil penyelidikan selesai. Karena banyak kemungkinan kenapa korban meninggal. Apalagi rentang waktu penganiayaan, sakit dan meninggal cukup lama," papar Adriyansyah.

Polisi bongkar makam korban
Polisi membongkar makam S, seorang siswi kelas VI SD di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang tewas setelah diduga dianiaya. Pembongkaran makam ini untuk keperluan autopsi.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan polisi membongkar makam untuk mencari tahu penyebab kematian siswi tersebut.

"Benar ada pembongkaran. Kita selidiki dan tindak lanjut kasus dugaan penganiayaan siswi SD di Kecamatan Grobogan," kata Benny, Senin (17/1).

Jasad korban diperiksa 2 jam
Pembongkaran makam tersebut didampingi tokoh masyarakat, keluarga, TNI, dan tim dokter polisi. Saat dimintai konfirmasi, Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Jateng Kombes Sumy Hastry Purwanti menjelaskan proses pemeriksaan jasad korban berlangsung sekitar 2 jam.

"Umur pemakaman 24 hari dan sebagian organ tubuh sudah rusak. Tapi masih bisa dilakukan pemeriksaan baik itu bagian fisik luar, organ tubuh maupun sel bagian tubuh korban," kata Sumy saat dihubungi.

Polisi periksa 9 saksi
Selain autopsi, polisi juga telah memeriksa 9 orang saksi. Para saksi yang dimintai keterangan yakni orang tua korban, teman, guru, maupun pihak SD tempat korban bersekolah.

"Selain itu semua ada juga pemeriksaan kepada dokter atau bidan dan tukang pijat yang pernah memeriksa kesehatan korban sebelum meninggal," ujar Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Andriyansyah Ritas Hasibuan kepada wartawan di Grobogan, Senin (17/1).

Penyebab kematian dan pelaku masih misterius
Andriyansyah menyebut pembongkaran makam itu dilakukan untuk kepentingan autopsi. Sehingga dapat diketahui penyebab pasti kematian siswi S.

"Sehingga, langkah pembongkaran makam pun perlu dilakukan untuk mencari tahu penyebab kematian," ujar Andriyansyah.

Dia menyebut hasil autopsi akan keluar sekitar 1-2 minggu ke depan. "Kita tunggu hasil autopsi dari tim medis Dokpol (kedokteran kepolisian), jika hasil sudah keluar akan kita berikan ke publik nanti," tutur dia.

Lihat juga Video: Ramai-ramai Driver Ojol Geruduk Polsek Pamulang, Ada Apa?

[Gambas:Video 20detik]




(aku/aku)