Terlalu! Gerombolan Pelajar Bermobil di Yogya Begal Pemotor

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 12:56 WIB
Lima pelajar yang menjadi pelaku pencurian dengan kekerasan di Kapanewon Jetis, Bantul, Senin (17/1/2022).
Lima pelajar yang menjadi pelaku pencurian dengan kekerasan di Kapanewon Jetis, Bantul, Senin (17/1/2022). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Polisi menciduk 5 pelajar pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap 2 pelajar lain di Kapanewon Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para pelaku memepet korban dan memaksa korban menyerahkan handphone (HP) serta jaket.

Kapolsek Jetis AKP Hatta Azharuddin menjelaskan, kejadian berawal saat kelima pelajar yakni DP (17), NDA (15), MR (17), NFA (16), IHH (17), selesai membuat graffiti di Pasar Beringharjo, Jumat (7/1) dini hari. Selanjutnya kelima orang itu pergi ke Pantai Parangtritis dengan menggunakan city car warna merah.

"Awalnya selesai graffiti atau mural di Pasar Beringharjo, kelimanya mau ke Paris (Parangtritis), tapi di Jalan Paris menjumpai dua orang anak boncengan naik motor," kata Hatta saat rilis kasus di Polsek Jetis, Senin (17/1/2022).

Selanjutnya, DP meminta MR untuk memutar balik laju mobil dan memepet laju motor dua pelajar tersebut. Setelah memepet motor tersebut DP keluar dan mendatangi keduanya.

"Lalu yang merintahkan untuk minggir (DP) turun dan mengambil secara paksa dua HP dan satu jaket milik korban," ucapnya.

Usai beraksi, rombongan itu langsung melarikan diri. Sedangkan kedua korban melaporkan kejadian itu ke pos polisi Bakulan dan berujung dengan penyelidikan.

"Kebetulan anggota saat itu sedang patroli dan dapat informasi pelaku lari ke utara. Langsung diburu dan tertangkap di Simpang Druwo (Kapanewon Sewon), kelimanya masih pelajar. Jadi tidak sampai 24 jam pelaku berhasil diamankan," ujarnya.

Dari keterangan, DP mengaku nekat merampas barang milik korban karena hasrat ingin memiliki saja. Mengingat dari hasil pemeriksaan DP tidak dalam pengaruh minuman keras dan obat-obatan terlarang.

"Yang jadi otaknya DP, untuk motif masih didalami, hasilnya spontanitas jadi tidak direncanakan. Untuk kondisi DP yang bersangkutan tidak dalam pengaruh miras, jadi sadar," ujarnya.

Menyoal kekerasan yang dilakukan DP saat merampas smartphone dan jaket, Hatta mengaku tidak sampai menganiaya kedua korban. Namun DP secara paksa merampas ketiga benda tersebut.

"Tidak sampai ke penganiayaan, hanya minta secara paksa. Untuk DP belum pernah terlibat tindak kriminal sebelumnya, begitu juga 4 orang lainnya," ucapnya.

Atas perbuatannya, DP disangkakan pasal 365 ayat 1 KUHP. Sedangkan MR, NDA, NFA dan IHH disangkakan pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP.

"Disangkakan Pasal 365 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Tapi karena masih di bawah umur diversi dengan catatan proses hukum tetap lanjut, jadi mereka saat ini hanya wajib lapor," katanya.

(aku/sip)