Kisah Misterius Keluarga di Pemalang 2 Kali Simpan Mayat dalam Rumahnya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 14:50 WIB
Muspika Moga saat bernegosiasi dengan Rahmad, ayah SAR (membelakangi kamera).
Muspika Moga bernegosiasi dengan Rahmad, ayah SAR yang mayatnya disimpan dalam rumah. (Foto: dok Mapolsek Moga, Pemalang)
Yogyakarta -

Sekeluarga yang tinggal di Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah membuat gempar karena ketahuan sudah dua kali menyimpan mayat anggota keluarganya dalam rumahnya. Polisi masih mendalami kejadian ini.

Rumah yang berada di Dusun Sukatapa, Desa Plakaran, Kecamatan Moga itu dihuni oleh keluarga Prihati (36) dan suaminya Rahmad (38), serta kakak laki-laki Prihati. Belakangan terungkap, keluarga ini menyimpan mayat adik laki-laki Prihati pada setahun silam. Namun saat itu tetangga mencium bau busuk sehingga akhirnya keberadaan mayat dalam rumah itu terbongkar.

Camat Moga, Umroni, mengungkap mayat adik Prihati saat itu sempat disimpan dalam rumah selama sekitar sepekan. Setelah ketahuan, warga setempat mendesak keluarga itu memakamkan jenazah tersebut.

Ternyata peristiwa ini terulang. Kali ini keluarga tersebut menyimpan jenazah anak Prihati, yakni SAR (14) yang diduga meninggal pada 2,5 bulan yang lalu. Berbeda dengan kejadian sebelumnya, tetangga sama sekali tak mencium bau apapun dari mayat SAR. Namun kecurigaan tetangga muncul karena SAR tak pernah terlihat.

"Hanya (warga) curiga atas apa yang menimpa anak yang dikabarkan lama sakit itu, tidak (pernah) tampak seperti biasanya," ujar Umroni, kepada detikcom di kediamannya, Selasa (11/1).

"Belakangan diketahui orang tuanya (SAR) mengikuti keyakinan tertentu yang membolehkan jenazah anaknya disimpan di rumahnya, dengan pemahaman anaknya masih hidup dan ada pihak tertentu yang bisa membangunkan atau menghidupkan kembali," ucap Umroni.

Diwawancara terpisah, Kapolres Pemalang, AKBP Ari Wibowo, mengungkap hasil pemeriksaan medis jasad SAR. Pemeriksaan itu dilakukan sebelum jasad SAR akhirnya dimakamkan Minggu (10/1) malam.

"Sebelum dimakamkan, korban dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis dari puskesmas. Hasilnya, dinyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujar Ari Wibowo, kepada detikcom di ruang kerjanya, Rabu (12/1).

Ari juga mengungkap tim medis Puskesmas Moga menyimpan rekam medis SAR semasa hidup. Diketahui SAR sempat memeriksakan diri ke puskesmas beberapa bulan silam. Selain itu dinyatakan tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh SAR. Polda Jateng juga telah mengirimkan psikolog untuk mendampingi dan memeriksa keluarga SAR.

(sip/aku)