Gegara Gelombang Tinggi, Kapal Tongkang Terdampar di Pantai Sekembu Jepara

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 09:18 WIB
Kapal tongkang terdampar di Pulau Sekembu Jepara, Rabu (12/1/2021).
Kapal tongkang terdampar di Pulau Sekembu Jepara, Rabu (12/1/2021). (Foto: dok. Syahbandar Jepara)
Jepara -

Satu unit kapal tongkang terdampar di Pantai Sekembu, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kapal tongkang itu terdampar usai terkena gelombang setinggi 2,5 meter.

"Iya terkonfirmasi tongkang dengan nama atas nama BG.DKU 12 ditarik oleh Tug Boat TB Dondang dan TB Berkah Pandan Aran," jelas Petugas Kesyahbandaran, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas II Jepara, Arif Setiobudi, saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Rabu (12/1/2021).

Arif mengatakan kronologi kejadian ketika kapal tongkang mulai berlayar pada Senin (10/1) malam. Kapal tongkang itu berlayar dari PLTU Jepara menuju Semarang tanpa membawa muatan.

"Kronologinya itu tanggal 10 Januari jam 22.00 WIB, berlayar dari PLTU Jepara menuju ke Semarang tapi di tengah jalan mereka terbelit jaring nelayan jadi jalannya pelan-pelan," ujar Arif.

Dia mengatakan, pada Selasa (11/1) kapal tongkang terkenal gelombang tinggi saat melintas di perairan Jepara. Akibatnya kapal tongkang terbawa ombak dan terdampar sampai ke Pantai Sekembu, Jepara.

"Nah pagi harinya saat melintas di Jepara, perairan sekitar Pulau Panjang mereka terkena cuaca buruk ombak tinggi sekitar 1,5 meter sampai 2,5 meter," jelas Arif.

Menurutnya sedangkan kapal yang menarik tongkang tersebut berlindung di sekitar Pulau Panjang. Tongkang kini pun belum dievakuasi karena cuaca masih buruk.

"Terus kemudian karena tidak mampu lagi ditarik sehingga dilepaskan tongkang di situ, terombang-ambing, yang narik itu Pandanaran satu itu ke berlindung di Pulau Panjang sedangkan tongkangnya ditinggalkan terombang-ambing di Pantai Sekembu," jelasnya.

"Keadaan saat ini tongkang sudah tidak bergerak lagi di Pantai Sekembu itu sekitar 300 meter dari bibir pantai. Sedangkan kapal yang menarik ada di Pulau Panjang mereka berlindung. Belum dievakuasi karena cuaca masih buruk," imbuh Arif.

(aku/sip)