Mayat Gadis Pemalang Disimpan 2 Bulan, Camat: Ortu Yakin Hidup Lagi

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 08:36 WIB
Jenazah Bocah yang Disimpan di Rumah Akhirnya Dimakamkan
Jenazah Bocah di Pemalang yang Disimpan di Rumah Akhirnya Dimakamkan. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pemalang -

Jenazah SAR (14), bocah perempuan asal Dukuh Sukatapa, Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, disimpan keluarganya selama lebih dari 2 bulan. Camat Moga, Umroni menyebut, kedua orang tua SAR meyakini anaknya masih bisa hidup kembali.

"Orang tuanya masih meyakini anaknya masih hidup dan bisa hidup kembali," kata Umroni kepada detikcom, Selasa (11/1/2022).

Umroni mengatakan, kedua orangtua SAR yakni Rahmad (38) dan Prihati (36), meyakini hal tersebut sebelum disadarkan oleh Muspika dan tokoh agama. Selama ini, lanjutnya, jasad anak malang ini diletakkan dalam sebuah kamar di rumah yang memang berada jauh dari tetangga.

"Disimpan di kamar rumah, jenazahnya. Ya kondisinya sudah seperti itu. Itu pun pihak keluarga masih meyakini masih hidup," ungkapnya.

Umroni menyebut penyebab kematian anak malang ini, dari hasil pemeriksaan medis di Puskesmas, diakibatkan karena TB (Tuberkulosis) Paru, yang sudah tercatat sejak enam bulan lalu.

"Dari hasil riwayat sakitnya, menurut pihak medis puskesmas mencatat yang bersangkutan sakit TB Paru sejak enam bulan lalu. Sedangkan hasil pemeriksaan kondisi mayat, diduga sudah meninggal sejak dua setengah bulan lalu," kata Umroni.

"Dari catatan medis ya seharusnya yang bersangkutan melakukan pemeriksaan bulanan, namun sudah dua setengah bulan tidak dilakukannya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dihebohkan dengan adanya jasad bocah yang diawetkan. Jasad bocah perempuan, SAR (14) itu sudah meninggal lebih dari dua bulan yang lalu dan disimpan di dalam rumah. Alasan jasad SAR disimpan di rumah alias tidak dikubur itu karena keluarganya diduga menganut aliran tertentu.

Negosiasi dengan pihak keluarga untuk menguburkan jenazah SAR pun sempat alot. Salah seorang tokoh agama yang terlibat negosiasi, Ustaz Zaenuri, mengaku menerangkan kepada keluarga tentang aturan agama Islam tentang penguburan jenazah.

Akhirnya setelah menemukan kesepakatan, jasad SAR dikebumikan pada Minggu (9/1) malam. Jenazah gadis SMP itu akhirnya dimakamkan di permakaman di samping rumah korban.

"Malam itu juga dimakamkan dan warga bertakziah dan mengantarkan ke pemakaman," tambah Ustaz Zaenuri.

Simak juga 'Polisi Selidiki Temuan Mayat Bayi di DIY Terkubur di Rumah Warga':

[Gambas:Video 20detik]



(aku/sip)