Terbongkar! Keluarga di Moga Pemalang 2 Kali Simpan Mayat di Rumahnya

ADVERTISEMENT

Terbongkar! Keluarga di Moga Pemalang 2 Kali Simpan Mayat di Rumahnya

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 07:27 WIB
Camat Moga, Umroni.
Camat Moga, Umroni. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pemalang -

Keluarga yang menyimpan mayat SAR (14), remaja perempuan asal Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang meninggal sekitar 2,5 bulan lalu, ternyata pernah melakukan perbuatan serupa. Seperti apa ceritanya?

"Ya sebelumnya juga terjadi hal serupa. Adik kandungnya (adik dari orang tua SAR) yang meninggal tidak segera dimakamkan. Yang kami tahu, seminggu disimpan di rumah," kata Camat Moga, Umroni, saat ditemui detikcom di Mapolsek Moga, Selasa (11/1/2022).

Senada diutarakan Ustaz Zaenuri, seorang tokoh agama di Desa Plakaran. "Iya, dua kali ini. Yang pertama sudah lama, lebih dari setahun sepertinya. Saya hanya mendengar adiknya (orang tua SAR) meninggal sudah seminggu tidak dikebumikan," kata Ustaz Zaenuri saat ditemui detikcom di rumahnya, kemarin.

Umroni mengatakan, saat itu warga sekitar mendesak keluarga yang tinggal di Dusun Sukatapa, Desa Plakaran itu agar segera menguburkan mayat adik orang tua SAR karena menimbulkan bau busuk. Sedangkan mayat SAR kali ini tidak berbau busuk.

"Tidak sama sekali. (Mayat SAR) Tidak berbau menyengat. Iya, sangat aneh," kata Zaenuri, salah satu orang yang turut membujuk keluarga SAR agar bersedia menguburkan mayat siswi kelas 1 SMP itu. SAR akhirnya dikuburkan di samping rumahnya pada Minggu (9/1) malam.

Meski mayat SAR tidak menimbulkan bau, Umroni berujar, warga sekitar tetap menaruh curiga. Sebab, SAR yang dikabarkan sakit tidak pernah kelihatan.

"Kalau yang kedua (mayat SAR) memang warga tidak mencium bau yang menyengat. Hanya (warga) curiga atas apa yang menimpa anak yang dikabarkan lama sakit itu, tidak (pernah) tampak seperti biasanya," ujar Umroni.

Semasa hidup, SAR diketahui mengidap TB Paru (Tuberkulosis paru). Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan medis di puskemas sejak enam bulan lalu. Umroni menambahkan, keluarga SAR diduga menganut aliran tertentu dan meyakini mayat yang disimpan itu bisa hidup kembali.

"Belakangan diketahui orang tuanya (SAR) mengikuti keyakinan tertentu yang membolehkan jenazah anaknya disimpan di rumahnya, dengan pemahaman anaknya masih hidup dan ada pihak tertentu yang bisa membangunkan atau menghidupkan kembali," ucap Umroni.

Agar kejadian menyimpan mayat di dalam rumah tidak terulang, Umroni meminta perangkat desa lebih aktif memantau warganya.

"Ini pelajaran buat kita semua. Tidak saja di dusun setempat, namun untuk semuanya, sebagai antisipasi oknum-oknum yang sengaja memberikan ajaran tertentu yang menyimpang dari agama," pungkas Umroni.

Simak juga 'Polisi Selidiki Temuan Mayat Bayi di DIY Terkubur di Rumah Warga':

[Gambas:Video 20detik]



(dil/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT